Dinkes Kota Jayapura Datangi Sekolah Lakukan Imunisasi MR

0
72
Kepala Dinkes Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari
Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.. Tampak foto bersama dengan Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari di Taman Imbi. (Owen/ Humas)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jayapura melalui beberapa Puskesmas yang ada di Kota Jayapura, mulai hari ini (kemarin) mendatangi sekolah-sekolah baik PAUD, SD dan SMP dalam rangka memberikan Imunisasi Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) atau yang dikenal dengan Imunisasi MR.

 

Kepala Dinkes Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari mengaku, dalam pelaksanakan tersebut, dirinya memberikan kewenangan kepada masing-masing Puskesmas yang ada di Kota Jayaputa untuk menyusun jadwal pelaksanaan imunisasi.

 

“Semoga pelaksanaan imunisasi MR di sejumlah sekolah yang dikunjungi dapat berjalan lancar. Dan saya yakin para petugas akan datang memberikan imunisasi MR ke semua sekolah di wilayah Kota Jayapura,” harapnya, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan.(http://infoimunisasi.com/uncategorized/cegahcampakrubella/)

Ditambahkannya, berdasarkan jadwal pada 1 Agustus 2018, imunisasi MR dilaksanakan oleh Puskesmas Twano Distrik Jayapura Selatan yakni di SD Inpres Megapura dengan sasaran siswa sebanyak 245 orang.

“Kemudian Puskesmas Elly Uyo melaksanakan imunisasi MR di SD Inpres Ardipura Satu, dan Puskesmas Hamadi memberikan imunisasi MR di SMP YPPK Taruna Mulia dengan sasaran siswa sebanyak 557 orang,” terangnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)