JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Dianggap tidak transparan dalam menggunakan keuangan sekolah, para guru dan staf di Sekolah Menegah Pertama Negeri (SMPN ) 1 Jayapura, melakukan aksi protes terhadap Kepala SMPN 1 Jayapura,  Alex Deu, S.Pd.,M.Pd., dengan membentangkan spanduk berisikan empat (4) tuntutan, bertempat di SMPN 1 Jayapura, baru-baru ini.

 

Ketua kordinator aksi demo, Joel Mahulae, S.Pd. dengan tegas menyebut empat tuntutan para guru dan staf yang tertuliskan di spanduk itu antara lain, menolak dengan tegas kepemimpinan Alex Deu, S.Pd,M.Pd. karena bermental korup.

 

Kemudian, pihaknya juga meminta pertanggungjawaban Kepala SMPN 1 Jayapura mengenai keuangan sekolah yang dihimpun dari masyarakat, meliputi dana Pendaftaran Peserta Didik Baru Tahun 2012-2016, dana komite 2012-2018, dana pengayaan, dana koperasi 2012-2018, dana Map Raport dan Ijazah 2012-2018, dana sewa tempat tower Telkomsel 2012-2018, serta pertanggungjawaban dana kesejahteraan (kantin) 2012-2018.

 

Lanjutnya, tuntutan lainnya yaitu meminta pertanggungjawaban Alex Deu mengenai keuangan sekolah yang berasal dari pemerintah, seperti dana BOS 2012-2018, dana BOSDA, dana Program Indonesia Pintar (PIP), dana sekolah rujukan 2016-2018, dana rutin 2012-2018, serta dana blog grand.

 

Terakhir, dia berserta rekan-rekannya memohon penegak hukum dan aparat, terkait memproses yang bersangkutan sesuai hukum yang berlaku, dan memeriksa rekening Bank Papua dan BRI atas nama SMP Negeri 1 Jayapura dalam kurun waktu 2012-2018.

 

“Kami melakukan aksi ini karena permintaan kami untuk mengurus masalah ini sejak bulan lalu, belum ditepati hingga saat ini,” ucapnya.

 

Ditempat yang terpisah, Kepala SMPN 1 Jayapura Alex Deu, mengaku akan menjawab semua aspirasi para guru dan staf, usai proses kegiatan belajar mengajar di SMPN 1 Jayapura pada siang harinya.

 

“Saya sangat sayangkan aksi demo yang dibuat beberapa guru dan staf sehingga memprofokator guru yang lain, sehingga pagi itu mereka melakukan demo,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Dr.Fachruddin Pasolo, M.Si., mengungkapkan kekecewaannya atas aksi yang dilakukan oleh para guru dan staf di jam belajar mengajar masih berlangsung.

 

“Seharusnya masalah ini bisa diselesaikan dengan baik, tanpa ada hal seperti ini. Aspirasi bisa disampaikan langsung oleh perwakilan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, nanti akan ditindak lanjuti,” paparnya.(els/ab / Koran Harian Pagi Papua)