Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Jayapura, Drs. Derek Timotius Wouw, M.Si, yang didaulat memberikan sambutan mewakili Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, mengapresiasi dan menyambut baik pelantikan Kepala Kampung Nendali ini (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Disdalduk&KB) menggelar Temu Kader KB yang di ikuti oleh semua kader dari seluruh kampung se-Kabupaten Jayapura, yang berlangsung di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (23/7/2018) kemarin pagi.

 

 

Dalam arahannya, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Kadisdalduk & KB) Kabupaten Jayapura, Derek Timotius Wouw mengatakan, data keluarga di Kabupaten Jayapura sangat dibutuhkan. Sebab, data resmi mengenai keluarga belum dimilki secara valid oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura.

 

 

“Mengenai jumlah penduduk dan keluarga di daerah ini dari waktu ke waktu terus menjadi sesuatu yang selalu digumuli. Sebab, sejumlah instansi terkait selalu menampilkan jumlah penduduk dan keluarga yang berbeda-beda,” ujarnya.

 

 

Untuk itu, kata dia, melalui temu kader KB yang di gelar oleh pihaknya ini dapat menjadi cikal-bakal guna bangkit melakukan pendataan mengenai data-data keluarga tersebut di 19 distrik dan 133 kampung di Kabupaten Jayapura.

 

 

Usai temu kader KB ini, ujar dia, selanjutnya pihaknya selaku OPD tekhnis mengarahkan semua kader KB, untuk melakukan pendataan di kampung masing-masing mengenai data keluarga. Ada keluarga yang potensial untuk mengikuti program KB. Ada juga yang telah mengikuti program KB, tetapi ada lagi yang tidak ingin mengikuti KB.

 

 

Menurutnya, pemerintah mendorong program KB bagi masyarakat bukan bertujuan untuk melarang kelahiran, namun untuk menjaga atau mengatur jarak kelahiran anak. Selain itu, dengan dua anak cukup, maka ketersediaan kebutuhan bagi anak dan kesejahteraan dapat tertata dengan baik.

 

 

“Kami berharap agar semua ibu-ibu kader KB yang hari ini (kemarin) mengikuti temu kader setelah pulang ke kampung-masing dapat melakukan apa yang diterima dan diarahkan, untuk dilakukan oleh seorang kader KB guna mendapat data yang akurat,” ujar pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Distrik Nimbokrang.

 

 

Dirinya menambahkan, setelah semua pendataan dilakukan oleh pihaknya atas bantuan dari para kader KB tersebut, selanjutnya data-data mengenai kelaurga itu akan di verifikasi ulang untuk di tetapkan sebagai suatu jumlah pasti tentang jumlah keluarga di daerah ini.

 

 

“Setalah kami tetapkan data valid, maka seterusnya data itu dapat digunakan atau disinkronkan dengan data dari sejumlah OPD seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Pusat Statistik (BPS) dan KPU Kabupaten Jayapura,” tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)