SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Dalam rangka meningkatkan kapasitas petani, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Desa, Pembangunan daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI akan menyelenggarakan pelatihan budidaya tanaman Kakao bagi petani yang ada di lima kampung se-Distrik Sentani Barat.

 

“Pelatihan yang difasilitasi oleh Kemendes PDTT RI ini akan di laksanakan pada bulan Agustus 2018 mendatang,” ujar  Kepala Distrik (Kadistrik) Sentani Barat, Oktovianus Sabrandi, saat menemui Harian Pagi Papua, di Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (20/7/2018) siang.

Dikatakan,  kegiatan ini juga akan dihadiri sejumlah narasumber baik dari Kemendes PDTT, Pemerintah Provinsi Papua dan Pemkab Jayapura, yang akan memberikan materi pelatihan budidaya tanaman Kakao kepada para petani di lima kampung se-Distrik Sentani Barat.

“Para petani juga pernah dibawa studi ke akademi Kakao Mars di Luwu Timur oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui instansi terkait agar mereka menimba ilmu secara langsung dan melihat kebun Kakao milik akademi yang dikelola oleh oleh petani setempat,” katanya.

Oktovianus Sabrandi menambahkan, bahwa kegiatan ini akan diikuti 30 orang peserta dari lima kampung yang ada di Distrik Sentani Barat ini agar melalui pelatihan ini petani kembali disegarkan dengan pengetahuan dan teknik-teknik yang belum pernah dipraktikkan dalam budidaya Kakao.

“Jadi, masing-masing kampung akan mengirim petaninya sebanyak 6 orang untuk mengikuti pelatihan budidaya tanaman Kakao selama lima hari di Kantor Distrik Sentani Barat,” tuturnya..

Selain itu juga,   kata Kadistrik, bahwa untuk menambah pengetahuan dan wawasan karena melalui pelatihan ini kita tidak hanya bicara soal Kakao saja. Tetapi, akan disinggung soal kedaulatan pangan dan pupuk organik.

Pemerintah Distrik (Pemdis) Sentani Barat, tandas Oktovianus Sabrandi, dalam upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat kampung melihat tanaman Kakao menjadi salah satu tanaman komoditi yang sudah lama dikembangkan di wilayah tersebut sebagai salah satu komoditi yang hendak dibudidayakan oleh warga di lima kampung yang ada di Distrik Sentani Barat. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)