Bupati Mathius Awoitauw  Harapkan 139 Kampung Lebih Inovatif Jalankan Pembangunan

0
322
Bupati Mathius Awoitauw mengakui masih di temukan kampung - kampung yang menerapkan pola pembangunan cara lama yang sulit mengalami kemajuan pembangunan. Sebab itu, inovasi baru harus di lakukan oleh setiap kampung sehingga membangunan kampung dapat mengalami kemajuan tidak hanya di tempat, apalagi mengalami kemunduran. Tampak Ketika wawancara Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Irfan /Koran Harian Pagi Papua)
Keindahan Danau Sentani. Tampak Kampung Ayapo dari kejahuan. (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si, mengharapkan 139 kampung di 19 Distrik yang ada di Kabupaten Jayapura kedepannya harus dapat menjadi kampung-kampung yang inovatif dalam menjalankan semua proses pembangunan di  kampung masing-masing berdasarkan hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kampung (Musrembangkam).

 

 

“Kampung-kampung harus memiliki inovasi-inovasi baru dalam merumuskan serta menjalan arah kebijakan kampung sesuai dengan nilai-nilai kearifan lokal,” ujar Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E, M.Si dalam arahannya saat menghadiri audiens dengan Asosiasi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) belum lama ini di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

 

Kampung Yahim, menjadi tujuan awal untuk naik jonson menuju Kampung Abar dan kampung lainnya sekitar Danau Sentani. (Eveerth Joumillena /Koran Harian Pagi Papua)

Bupati Mathius menjelaskan, sesuai dengan pemetaan kewilayahan maka tergambar potensi dari setiap kampung yang ada di Kabupaten Jayapura. Tetapi, potensi tersebut banyak yang belum di kelola secara profesional oleh masyarakat dan pemerintah kampung.

 

 

Sebab itu, dirinya meminta agar setiap kampung melalui kepala kampung dan semua aparatnya untuk menciptakan inovasi-inovasi baru guna menunjang pengelolaan poyensi kampung untuk kesejahteraan dan kemakmuran warga seutuhnya.

KEINDAHAN KAMPUNG PASIR PUTIH MEUKISI. (Eveerth Joumilena)

 

Dirinya mencontohkan, kampung-kampung di seputaran Danau Sentani memiliki potensi danau yang dapat digunakan untuk mengembangkan usaha perikanan sehingga kampung-kampung tersebut dapat berinovasi mengembangkan sekaligus mendorong usaha-usaha perikanan warga berkembang lebih pesat.

 

 

“Kami berencana dalam waktu dekat akan menjadikan Distrik sebagai pusat, pelatihan, pusat data dan informasi. Semoga kampung-kampung bisa memanfaatkan distrik untuk menghadirkan inovasi-inovasi baru bagi pembangunan kampung kedepannya,” ungkap Mathius Awoitauw.

 

Gerabah merupakan alat dapur berbentuk wadah terbuat dari tanah liat yang dibakar dan memiliki fungsi untuk memasak berbagai makanan, seperti papeda, keladi, ubi, ikan dan sayur. Gerabah juga dapat digunakan untuk menyimpan sagu dan air. Masyarakat Kampung Abar, Sentani menyebut hele untuk gerabah berukuran besar dan sempe untuk gerabah berukuran kecil. Tampak digunakan untuk papeda dan ikan mujair bakar, dalam kegiatan pesta masyarakat Kampung. (Eveeerth Joumilena)

Ditambahkan, sampai dengan saat ini masih di temukan kampung-kampung yang menerapkan pola pembangunan cara lama yang sulit mengalami kemajuan pembangunan. Sebab itu, inovasi baru harus di lakukan oleh setiap kampung sehingga membangunan kampung dapat mengalami kemajuan tidak hanya di tempat, apalagi mengalami kemunduran.

 

 

“Kami ketahui bahwa, kampung-kampung di Kabupaten Jayapura memiliki kemampuan untuk berinovasi. Sebab itu, harus dimulai sekarang, jangan menunggu lagi karena roda pembangunan terus berjalan,” pungkas Bupati Mathius Awoitauw. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here