Buka Lahan Sawah Pakai Dana Otsus, Wabup Giri Wijayantoro  Lakukan Tanam Perdana Padi di Berap

0
341
Karena dana dari pemerintah pusat untuk melakukan pencetakan sawah baru ini sangat kecil, sehingga pihak Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura mencoba melakukan program pencetakan sawah baru ini melalui dana Otonomi Khuus (Otsus) yang diperuntukan bagi masyarakat lokal atau petani asli Papua. Tampak saat pembukana lahan baru oleh Wakil Bupati Jayapura. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro melakukan tanam perdana padi sawah di lahan hasil cetak sawah baru di Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Kamis (19/7/2018) lalu.

Pencetakan sawah baru ini merupakan implementasi dari kerjasama antara Panglima TNI dengan Menteri Pertanian RI secara nasional dan skala antara Pemerintah Kabupaten Jayapura dengan Dandim 1701/Jayapura yang sudah di lakukan sejak tahun 2016 lalu dengan menggunakan dana APBN.

Karena dana dari pemerintah pusat untuk melakukan pencetakan sawah baru ini sangat kecil, sehingga pihak Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura mencoba melakukan program pencetakan sawah baru ini melalui dana Otonomi Khuus (Otsus) yang diperuntukan bagi masyarakat lokal atau petani asli Papua.

Wakil Bupati (Wabup) Jayapura, Giri Wijayantoro mengatakan, penanaman perdana padi sawah di lahan hasil pencetakan sawah baru itu dibiayai dari dana Otonomi Khusus (Otsus).

“Ya, itu (dibiayai) dari dana Otsus. Jadi, memang harus untuk orang asli Papua. Karena sumber dananya jelas, maka peruntukkannya juga harus jelas dan tidak boleh keluar dari itu semua,” ujar  Giri Wijayantoro , kepada wartawan usai acara penanaman padi perdaa di lahan cetak sawah baru, di Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Kamis (19/7/2018) siang lalu.

Lanjut Wabup Giri mengatakan, salah satu upaya meningkatkan produksi padi adalah dengan meningkatkan jumlah tanaman dan modernisasi alat pertanian.

Pengembangan sektor prioritas daerah akan menjadi perhatian serius kita sehingga mendapat hasil yang diharapkan, ungkapnya.

Disampaikan, bahwa dengan adanya penanaman padi perdana tersebut, kita harap masyarakat Kabupaten Jayapura, khususnya masyarakat di Kampung Berap agar dapat berpikir produktivitas.

“Bagaimana satu kampung yang menghasilkan itu bisa menjadi satu kampung yang mandiri yakni, mempunyai penghasilan sendiri dan mempunyai kegiatan pekerjaan sendiri serta bisa menghasilkan dan bisa dijual ke luar daripada kampung,” sambung Giri Wijayantoro.

Menurutnya, peningkatan produksi tanaman pangan, khususnya beras perlu ditingkatkan setiap tahun, baik dari segi kualitas maupun kuantitas, mengingat setiap tahun kebutuhan pangan selalu meningkat berjalan dengan pertambahan jumlah penduduk.

Apalagi, semua orang membutuhkan apa yang mereka tanam saat ini. Jadi, kampung itu bisa menjadi surplus, bisa maju dan juga bisa punya penghasilan lebih, tuturnya.

Hal itu mengingat cukup besarnya peluang dan potensi yang masih dapat dikembangkan dan didayagunakan untuk meningkatkan pendapatan kesejahteraan masyarakat sekaligus pengembangan perekonomian daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Jayapura, Adolf Yoku, S.P., M.M., dalam laporannya menambahkan, untuk program pencetakan sawah baru tahun 2018 di Kabupaten Jayapura itu bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) yang berjumlah 41 hektare dan tersebar di beberapa distrik.

“Kami sudah kerjakan seluas 10 hektar di Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, kemudian dilanjutkan ke Distrik Unurum Guay sekitar 10 hektare, terus di Kwansu Distrik Kemtuk itu 5 hektare dan di bagian selatan Danau Sentani itu ada sekitar 15 hektare, tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here