Gol Persipura sendiri masing-masing di cetak oleh Boaz Solossa, Imanuel Wanggai dan Hilton Moreira sedangkan gol tuan rumah di cetak oleh pemain asing mereka yakni Dilsod. Tampak Asisten Pelatih Persipura,, Toni Hoo kepada awak media dalam sesi jumpa pers Kamis, (12/07/2018) kemarin. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)   –  Tim Persipura Jayapura nyatanya masih memiliki kelemahan dari dua sisi yang menjadi primadona selama ini. Sektor tersebut berada pada posisi winger kanan maupun kiri. Lini ini sebelumnya pernah di isi oleh pemain pemain yang mempunyai mobilitas tinggi dalam menyerang maupun bertahan.

Lini yang menjadi kelemahan ada pada posisi winger kiri,  saat Persipura mengadapi PSIS Semarang dan ditahan imbang tanpa gol dalam lanjutan Kompetisi Liga 1 Gojek Bersama Bukalapak yang berlangsung di Stadion Mandala, Rabu, (18/07/2018) kemarin.

Posisi wing kiri masih menjadi sorotan, ketika posisi ini di isi pemain sebelumnya seperti, Ortizan Solossa, Ruben Sanadi, posisi ini menjadi senjata jitu dan setiap kali menyerang maupun bertahan situasi pasti sama, meskipun tim tamu memiliki pertahanan yang kuat.

“Permasalahan kita adalah kita tidak punya winger yang cepat yang untuk membongkar pertahanan lawan,” ujar Asisten Pelatih Persipura, Toni Hoo.  usai timnya bertanding.

Dari pertandingan tersebut juga tim Mutiara Hitam sulit dalam mengembangkan pertandingan, memang lini kiri masih menjadi kelemahan tim secara utuh. Boas Atururi juga terlihat stagnan dan  belum banyak melakukan tekanan-tekanan untuk membongkar pertahanan lawan.

Persipura Jayapura. (FOTO SYAIFUL AHMAD PAEMBONAN – PERSIPURA OFFICIAL)

Tidak terlihat seperti lini kanan yang selalu menghasilkan tekanan yang cukup untuk menghasilkan peluang-peluang emas yang membahayakan pertahanan tim lawan.

Memang ini agak berbeda dengan, Pemain yang memiliki mobilitas tinggi sebut saja seperti mantan winger andalan yakni Ortizan Solossa. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)