Kiper Asal  Papua  Jalani Trial di klub Dubay

0
1086
Charles Sopaheluwakan, dalam sebuah sesi latihan. (ISTIMEWA)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pesepakbola bertalenta emas dari tanah Papua tidak pernah diragukan lagi, berbagai pemain telah membuktikannya dilapangan hijau sejak 60an hingga saat ini. Nama-nama seperti Hengki. Rumeren ( Alm), Aples Tecuari, Isak Fatari (alm), Yafet Sibi, Chris Yarangga, Eduard Ivakdalam, dan Boaz Salossa tidak asing ditelinga masyarakat Indonesia
bahkan dunia.

Ini lah yang menjadi motivasi bagi pemain-pemain muda lainnya untuk terus berprestasi, salah satunya pesepakbola asal Papua Charles Sopaheluwakan yang saat ini bermain di klub Divisi I Timor Leste Dili Institute of Technology Football Club (D.I.T FC). Meski hampir 7 bulan lamanya berlaga di negara tetangga Timor Leste, nampaknya itu menjadi perhatian talent scoting maupun pemerhati sepakbola untuk menginginkan jasanya.

Pria berdarah Maluku – Biak yang bermain diposisi Golkeeper ini mengaku akan menjalani trial bersama salah satu klub sepakbola Uni Emirat Arab Shabab Al-Ahli yang saat ini bermain di UAE Arabian Gulf League. Kepastian mengikuti trial tersebut dikarenakan performa pemain
tersebut semakin meningkat.

“Ada rencana November sampai Januari akan pergi kesana, tapi saya masih terikat kontrak dengan klub lama, sehingga belum bisa bergerak. Disana saya akan jalani seleksi atau trial d iklub itu untuk menggantikan posisi kiper ketiga mereka yang sudah hengkang,” ujarnya
saat dikonfirmasi wartawan di Jayapura, Kamis (19/07/2018).

Charles mengungkapkan telah melakukan komunikasi dengan agen dari tim tersebut untuk lakukan pembahasan lebih lanjut, mengingat dari sebuah rekaman video saat bertanding membuat pihak klub menginginkan untuk trial bersama pemain lainnya.

“Klub ini bermain di Liga utama disana, saat bermain mereka tertarik dan meminta jalani trial persiapan musim depan. Namun tim sekarang juga minta untuk selesaikan masa kontrak baru kesana, karena masih ada liga copa, tapi mereka bangga menjadi tim yang bisa proyeksi pemain
ditim luar,” ungkapnya.

Sementara disinggung, apakah tidak berminat untuk bermain pada tim professional di Indonesia, seperti Persipura Jayapura, Perseru Serui yang merupakan tim besar asal Papua. Pihaknya mengaku sangat inginkan untuk bermain disana, namun dinilainya bahwa kesempatan tersebut kecil karena tidak adanya kepercayaan yang diberikan, padahal sangat jarang memiliki penjaga gawang berasal Papua.

“Ini bagian mencari pengalaman dan jam tanding, karena susah kita masuk di tim besar diPapua, padahal sebagai anak Papua inginkan itu semua. Seharusnya ada kompetisi atau kejuaraan sepakbola untuk wadah menunjukkan kemampuan karena dengan begitu banyak talenta emas akan muncul, apalagi banyak tim diluar Papua bahkan luar negeri ingin pakai
jasa pemain Papua,” harapnya.

Goalkeeper yang pernah bermain di tim liga 3 Mamberamo Raya dan Kus-kus ini mengharapkan dukungan dan doa dari masyarakat Papua atas karir sepakbolanya, dengan begitu menjadi motivasi dan semangat pemain muda lainnya untuk terus berprestasi sekaligus menjauhkan diri kepada hal-hal yang negative.

“Saya mohon doa dan dukungan, sebab tanpa itu tidak bisa seperti ini karena membanggakan bisa mengharumkan nama Papua, saya harap bisa ada lagi anak-anak Papua yang bisa bermain di klub luar negeri, itu menunjukkan Papua masih dan terus memiliki talenta emas karena banyak anak Papua bermain di Timor Leste seperti Petrus Apot dan Gilbert Dwaramuri,” tandasnya. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here