Pemkot Jayapura Canangkan Imunisasi Polio, Rubela dan Campak 

0
435
Wakil Wali Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM., saat berikan imunisasi pada pencanangan imunisasi Measles dan Rubella (MR) di Taman Yos Sudarso. (Elsye / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Indonesia telah berkomitmen untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian virus Rubella pada 2020, maka pelaksanaan imunisasi campak massal Measles dan Rubella (MR) akan dilaksanakan sepanjang Agustus-September 2018, guna memutuskan transmisi penularan virus campak dan Rubella yang ada di masyarakat.

“Secara nasional, imunisasi campak MR akan mulai dicanangkan pada 1 Agustus 2018 mendatang, namun di Kota Jayapura telah dilakukan hari ini, mengingat kasus kejadian luar biasa (KLB) polio yang terjadi di Kota Lea, PNG agar tidak masuk ke Indonesia melalui Kota Jayapura, mengingat akses transportasi yang sangat mudah baik darat maupun laut,” ucap Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, dr. Ni Nyoman Sri Antari di Taman Yos Sudarso usai pencanangan Imunisasi Campak MR oleh Wakil Wali Kota Jayapura Ir. H. Rustan Saru, MM, Jumat kemarin.

Dirinya menjelaskan imunisasi MR bertujuan untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap campak dan rubella secara cepat, memutuskan transmisi virus campak dan rubella, serta menurunkan angka kesakitan campak dan rubella.

“Sejak lama kita telah bebas polio, dan sudah rutin kami lakukan imunisasi sehingga usai pencanangan kami hanya kordinasi lintas sektor saja, guna mencegah dan melindungi anak-anak kita dari virus MR, maka imunisasi MR akan diberikan kepada anak usia 9 bulan sampai dengan dibawah 15 tahun, tanpa melihat status imunisasi maupun riwayat penyakit campak dan rubella sebelumnya,” sambungnya.

Ia juga mengaku bahwa pihaknya akan ke seluruh pusyandu yang tersebar diwilayah Kota Jayapura untuk memberikan campak dan vaksin kepada bayi dan balita, PAUD, SD dan SMP,  juga bagi peserta didik kelas I SMA/SMK.

“Kami harap pelaksanaan imunisasi bisa selesai di bulan September 2018. Anggaran kami dari Biaya Operasional Kesehatan (BOK) masing-masing puskesmas telah mendapatkan anggaran sekitar Rp.500 juta hingga Rp.700 juta untuk biaya operasionalnya secara rutin sehingga tidak ada biaya tambahan,” tandasnya.

Wanita asal Bali itu juga mengimbau keoada masyarakat apabila ada yang terdeteksi agar segera cepat melapor kepihaknya.

Ia berjanji pelaksanaan imunisasi akan dilakukan dilima distrik yakni Distrik Muara Tami, Abepura, Heram, Jayapura Selatan dan Jayapura Utara. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here