Persipura Jayapura. (FOTO SYAIFUL AHMAD PAEMBONAN – PERSIPURA OFFICIAL)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) –  Persipura Jayapura kembali tampil kurang greget setelah ditahan imbang   0-0 oleh tim tamu PSIS Semarang dalam lanjutan Gojek Liga I Bersama Bukalapak yang berlangsung di Stadion Mandala Jayapura, Rabu, (18/07/2018) kemarin.

Boaz Solossa dan kawan-kawan dalam laga tersebut sebenarnya langsung tampil menyerang pertahanan PSIS Semarang. Namun beberapa peluang masih gagal dikonversi menjadi gol   karena rapatnya barisan pertahanan tim tamu.

Pertandingan yang di pimpin langsung Dwi Susilo itu berjalan de gan tempo biasa saja. Persipura lebih dominan dan menguasai jalannya pertandingan. Sementara PSIS Semarang sesekali melakukan serangan balik yang cukup cepat. Barisan pertahanan Persipura yang dikaal Boas Atururi, Ricardo Salampessy, Yohanes Tjoe mampu menggagalkan upaya tim yang baru promosi tersebut.Hingga babak pertama usai keududkan imbang tanpa gol.

Masuk babak kedua Persipura mencoba menggantikan beberapa pemain dengan memasukan gelandang muda Gunansar Papua Mandowen menggantikan Marcel Sacramento. Hilton Moreira digantikan Ronaldo Wanma dan pemain senior Imanuel Wanggai ditarik keluar digantikan Prisca Womsiwor. Kedudukan imbang tanpa gol bertahan hingga pertandingan usai.

Persipura saat bermain di Lapangan Mandala melawan Madura United, dengan kemenangan 3 – 1. (Eveeerth /LintasPapua.com)

Asisten Pelatih Persipura Toni Hoo mengatakan, sudah beberapa kali mencoba bermain menyerang tetapi menemui kendala dengan strategi lawan yang di mana, mereka menumpuk sepuluh pemain di daerah pertahanan sendiri.

“Kita tidak bisa bermain cepat tetapi terburu buru, tetapi terlepas dari pada itu kita menghormati perjuangan pemain sudah maksimal. Tapi itulah sepak bola, kita harus hormati apa yang pemain lakukan,” ujar asisten pelatih Persipura Toni Hoo kepada awak media usai pertandingan, Rabu, (18/07/2018) kemarin.

Sementara itu pemain Persipura Boas Atururi mengatakan dirinya dan pemain lainnya sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi hasil di lapangan seperti ini, kita harus mengucap syukur atas hasil yang sudah kita raih.

“Kita  menang soal kecepatan, lawan tidak di bawah kita dan ini adalah problem kita untuk kedepan, saya rasa ini menjadi bahan evaluasi bagi kami tim pelatih untuk kedepan,” jelasnya.

Sementara itu Pelatih PSIS Semarang Vincenzo Alberto Annese mengatakan, pertandingan ini kami bisa mendapatkan poin di sini dan pertandingan cukup berat tapi kita bisa menjalankan ini dengan baik, terutama dari sisi pertahanan mereka menguasai permainan sebagaimana menguasai pertahanan.

“Kami cukup kesuiltan di  babak pertama ketika ketika kita di serang dari sisi kiri pertahanan kami, kemudian kita berusaha bisa memperbaiki lini pertahanan di babak kedua. Spesifik di babak kedua, otomatis kita sulit menyerang karena penyerang murni justru tidak ada,karena cedera,” ungkapnya.

Menghadpi tim sekuat Persipura sebenarnya dia punya peluang untuk memenangkan pertandingan ini terutama di babak kedua, kami banyak belajar dari Bhayangkara yang  berhasil mengalahkan Persipura.

pemain PSIS Semarang Rio Saputro mengatakan merasa bersyukur karena bisa mendapatkan satu poin di Jayapura. “Kita syukuri hasil ini dan kedepan kita akan fokus pertandingan selanjutnya. “katanya. (Geis Muguri / Koran Harian Pagi Papua)