Yanuarius Lani,  Anak Muda Papua Sukses Bertani Kopi

0
1069
Yan Lani Anak Muda Papua yang Sukses Bertani Kopi. Yan Lani Anak Muda Papua yang Sukses Bertani Kopi. (ISTIMEWA)
Kopi PAPUA BALIEM adalah kopi arabica single origin dari Desa Baliem Valley (Tolikara, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Yahokimo, Yalimo). Umumnya kopi arabica ditanam di ketinggian 1400-1600ASL. Kopi PAPUA BALIEM sangat special karena ditanam di ketinggian 1600-1800 ASL, setinggi kopi Jamaica Blue Mountain (kopi ke-2 termahal di dunia).
Keunggulan ini menghasilkan keunggulan tersendiri untuk KOPI PAPUA BALIEM ini: complex flavor, rich body, mouthfull, dominan floral dan earthy. Ketika diminum, aftertastenya lama, dan kalo diperhatikan lebih seksama, anda bisa merasakan nikmatnya aroma vanilla saat finishing. (Foto Rosa Elizabeth Sihaloho Facebook)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Yanuarius Lani, pemuda Papua kelahiran tahun 1992 sejak beberapa tahun belakangan memutuskan untuk bertani kopi.

Siapa sangka, kini namanya melejit sebagai petani muda yang berhasil. Produksi kopi dari hasil kebunnya, dicari oleh peminat kopi dari dalam dan luar negeri.

 

Yan Lani terjun ke kebun kopi berawal dari niatnya untuk membantu orang tua-nya yang sudah berusia lanjut.

 

“Saya terpanggil terjun ke dunia kopi karena melihat kondisi orang tua saya yang kemampuannya semakin terbatas. Saya meneruskan lahan bapak saya untuk mengembangkan kopi,” kisahnya.

 

Kini ia memiliki lahan sendiri seluas 2 hektar yang ditanam 3000 tanaman kopi dan berniat mengembangkan area perkebunan kopi hingga 5  hektar, di desa Walesi, Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

 

Yan mengaku dari dua kali musim panen, produksi kopi Arabica dari kebunnya mencapai 68 ton per tahun. Padahal ia mendapatkan permintaan hingga 150 ton.

 

“Permintaan pasar meningkat 2 kali  lipat, karena itu saya punya target untuk menambah area perkebunan kopi menjadi 5 hektar,” tuturnya.

 

Selain itu, kata Yan, dirinya juga berencana menambah jumlah pekerja di kebun kopi. Saat ini, Yan telah memiliki karyawan sebanyak 8 orang.

Kopi Papua ini merupakan kopi organik dengan kualitas terbaik. Karena tanah Papua yang masih sangat subur kopi yang dihasilkan sangat baik. Aroma kopinya harum, halus dan memiliki after taste yang sangat manis. Beberapa pegiat kopi menyamakan kopi ini dengan biji kopi Jamaica Blue Mountain. Jamaica Blue Mountain Coffee adalah kopi Arabika yang ditanam di daerah Blue Mountain di Jamaica dan merupakan kopi premium. Itulah sebabnya KSU Baliem Arabica menamakan produk Kopi Arabica dari Tanah Papua dengan julukan “Baliem Blue Coffee” (disingkat BBCoffee). (Foto Gumsberry say Chocolate Facebook)

Untuk memperkenalkan kopi Wamena, Yan telah mengikuti pameran kopi baik di dalam maupun di luar negeri. Tak hanya itu, putra dari Maksimus Lani tersebut mulai dikenal sebagai barista Papua.

 

Karena kecintaannya akan kopi dan usahanya untuk mempromosikan kopi Wamena, Yan pernah mendapatkan kesempatan menyajikan kopi untuk Presiden Joko Widodo di istana negara.

 

Secara finansial, Yan mengaku pendapatan yang diperolehnya dari hasil bertani kopi cukup lumayan. Oleh karena itu, ia tergerak untuk mengajak anak – anak muda Papua lainnya agar tidak malu terjun ke perkebunan kopi.

 

“Saya mulai merekrut anak muda Papua untuk saya bina menjadi petani kopi. Ada beberapa orang yang tertarik terjun ke dunia kopi seperti saya,” ujarnya.

Yan Lani Anak Muda Papua yang Sukses Bertani Kopi. Yan Lani Anak Muda Papua yang Sukses Bertani Kopi. (ISTIMEWA)

Ia meyakini, perkebunan kopi akan menyerap banyak tenaga kerja dan petani tidak perlu cemas terkait dengan pemasaran, karena permintaan kopi Papua dari waktu ke waktu semakin meningkat.

Hasil produksi kebun kopi milik Yan, dijual dalam bentuk kopi gabah dan kopi bubuk. (nn / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)