Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., (Elsye Sanyi / HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura telah berupaya untuk menangani kawasan kumuh dan hal tersebut tercantum dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jayapura 2018-2022, sehingga penanganan kumuh menjadi isu strategis Pemkot Jayapura.

 

“Serta Pemkot Jayapura telah menerbitkan Surat Keputusan (SK) Kumuh Nomor 115 Tahun 2015 dengan luas 100,7 hektar sebagai keseriusan penanganan pengurangan luasan kawasan kumuh dan berkontribusi dalam percepatan capaian gerakan 100 0 100 di Kota Jayapura,” ucap Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., saat memimpin rapat keteraduan kota tanpa kumuh di Kota Jayapura, yang dilaksanakan di Hotel Sahid Kelurahan Entrop, kemarin.

 

Berdasarkan SK Kumuh tersebut, Rustan menyebutkan ada 11 kawasan kumuh di wilayah Kota Jayapura antara lain Kawasan Kelurahan Awiyo, Bhayangkara, Gurabesi, Hamadi, Imbi, Mandala, Numbay, Tanjung Ria, Trikora, Wai Mhorock dan Yobe.

 

Rustan menjelaskan timbulnya masalah permukiman kumuh perkotaan ditandai dengan semakin bertambahnya penduduk kota yang dikarenakan oleh tiga hal, yakni pertambahan penduduk alami, perpindahan penduduk dari desa ke kota, dan perubahan ciri dari desa menjadi kota, sehingga memicu terciptanya lingkungan permukiman kumuh dikawasan perkotaan.

 

Untuk itu, sesuai dengan yang diamanatkan dalam berbagai dokumen kebijakan tentang penanganan kumuh berupa penyediaan hunian layak, rumah tidak layak huni, dan pengetasan kawasan kumuh.

 

“Dimana pemerintah kabupaten/kota diharapkan dapat memilih dan menetapkan lokasi, menyusun perencanaan, menentukan metode pelaksanaan yang sesuai dengan kebutuhan daerah, termasuk didalamnya melakukan keterpaduan infrastruktur permukiman yang efisien, efektif serta memperkuat status berketahanan ekologi, sosial, dan ekonomi,” sambungnya.

 

Menurutnya, penanganan kumuh tidak terbatas pada peningkatan kualitas fisik semata melainkan berorientasi pada perbaikan penghidupan dan perilaku kehidupan penghuninya, serta tidak terlepas dari dimensi perkotaan lainnya.

 

Untuk itu, melalui rapat keterpaduan tersebut dirinya berharap dapat mewujudkan kota tanpa kumuh di Kota Jayapura yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here