JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pengurus Pusat Ikatan Motor Indonesia (IMI) turun langsung melakukan pengecekan kesiapan pembangunan sirkuit balap motor atau road race,  salah satu cabang olahraga dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua dan Papua Barat, yang berada di Manokwari.

 

Bahkan, Wakil Ketua Umum IMI Pusat Bidang Organisasi, M Riyanto bersama Sekjen IMI Pusat, Jeffry JP didampingi Ketua IMI Papua Barat, Markus Suila dan Ketua IMI Papua, Yan P Mandenas meninjau langsung di lokasi Sirkuit Road Race yang ada di SP 6 Masni, Manokwari, baru-baru ini.

 

Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi IMI Pusat, M Riyanto mengakui jika dari sisi teknis, lokasi untuk sirkuit balapan motor di Masni, Manokwari tersebut, memenuhi syarat standar termasuk dari segi luasan areal yang mencapai 8,5 hektar tersebut.

 

“Dari aspek teknis, saya rasa sirkuit ini sudah memenuhi syarat dan Papua Barat sebagai penyelenggara balap motor, saya pikir tidak ada persoalan untuk venue sirkuit karena sudah tersedia lahannya dan tinggal diatur dikerjakan pengaspalan, disain dan layout sirkuit yang memenuhi standar,“ kata Riyanto usai meninjau lokasi sirkuit.

 

IMI Pusat akan memberikan advis untuk konstruksi pembangunan sirkuit balap motor di Masni, Manokwari tersebut, dari sisi desain sirkuit, panjang dan sisi safety sesuai standar IMI.

 

Yang jelas, tegas Riyanto, untuk penyelenggaraan balap motor pada PON XX tahun 2020 di Papua Barat, tidak ada masalah untuk membantu pelaksanaan PON XX di Papua tahun 2020.

 

“Ini adalah opsi yang terbaik, karena semua memang sudah siap secara infrastruktur. Tinggal pekerjaannya saja nanti,“ katanya.

 

Pihaknya berharap IMI Papua dan IMI Papua Barat bisa bekerjasama untuk saling memback up untuk pelaksanaan balap motor venuenya di Manokwari yang sudah tersedia.

 

IMI Pusat, imbuhnya, mendukung pelaksanaan cabor balap motor di Papua Barat, dengan memberikan dukungan dari sisi SDM, managemen dan memberikan support bekerjasama dengan Gubernur Papua dan Papua Barat agar dapat terselenggara di Papua Barat, tentunya didukung oleh KONI Pusat dan PB PON.

 

Ketua IMI Papua Barat, Jerry Markus Suila memberikan apresiasi kepada IMI Papua dibawah kepemimpinan Yan P Mandenas hingga bisa bersama-sama mendorong cabor balap motor bisa dipertandingkan pada PON XX di Papua dan Papua Barat, yang tadinya tidak masuk dalam daftar cabor yang dilombakan.

 

“Untuk itu, menindaklanjuti cabor balap motor yang masuk pada PON XX, kami bersama IMI Pusat dan IMI Papua serta IMI Papua Barat, telah melihat langsung lokasi sirkuit balap motor tersebut,“ kata Jerry Suila.

 

Apalagi, kata Jerry, ditunjukkan Papua Barat sebagai tuan rumah pelaksanaan cabor balap motor itu, didukung IMI Pusat.

 

Untuk luas lahan sirkuit balap motor di Masni, Manokwari ini, Pemprov Papua Barat telah menyiapkan 8,5 hektar tanah. Kini telah ditimbun dan dipagari.

 

Dikatakan, untuk pembangunan sirkuit itu, direncanakan tahun 2018 ini akan dilaksanakan untuk lintasan dan pedok akan diselesaikan.

 

“Pada tahun 2019, akan dibangun infrastruktur penunjang lainnya seperti tribun dan lainnya sebagai penunjang pelaksanaan PON XX itu akan diselesaikan oleh Gubernur Papua Barat. Itu janji beliau kepada kami dan masyarakat khususnya masyarakat otomotif,“ katanya.

 

Jerry Suila menambahkan, jika IMI Papua Barat bersama IMI Papua akan menindaklanjuti MoU antara Pemprov Papua dan Papua Barat dengan akan melakukan penandatangan MoU di Semarang dalam waktu dekat ini, bersamaan dengan nobar MX JP yang dihadiri seluruh ketua IMI di Indonesia dan Ketua Umum IMI Pusat.

 

Ketua IMI Papua, Yan P Mandenas mengakui sejak Maret 2018 telah berkomunikasi dengan IMI Papua Barat mendorong cabor balap motor digelar di Papua Barat.

 

Sebab, jelas Yan Mandenas, masalah kuota yang tersedia di Papua khususnya kuota atlet dan official yang sangat terbatas, dari segi persiapan akomodasi dan kesiapan peralatan, termasuk juga masalah lahan untuk pembuatan sirkuit untuk menunjang pelaksanaan balap motor pada PON XX.

 

Untuk itu, kata Yan Mandenas, IMI Papau mempertimbangkan dan mencari solusi bersama KONI Papua dan PB PON dengan melihat waktu dan anggaran, dan fasilitas yang ada di Papua, memang sangat tidak memungkinkan untuk bisa mengejar waktu 1 tahun untuk mempersiapkan semua untuk mengcover nomor pertandingan dari cabor IMI.

 

“Mau tidak mau kita mendorong IMI ini diakomodir didalam pelaksanaan PON XX dalam rangka mengakomodir dari teman-teman Pemprov IMI se Indonesia yang sudah disampaikan lewat IMI Pusat untuk melanjutkan didorong oleh IMI Papua agar lolos juga untuk dipertandingkan dalam PON XX,“ jelasnya.

 

Yan Mandenas mengatakan, untuk lokasi pertandingan cabor motor cross sudah ditetapkan di Merauke, untuk balap mobil shalom di Jayapura, kemudian gasstrack yang tadinya akan digelar di Merauke, ada calon tuan rumah Wamena, atas permintaan Wakil Bupati Jayawijaya.

 

“Untuk itu, sementara ini kami coba untuk mensiasati agar balap motor yang menjadi cabor induk dan iconnya IMI, itu bisa terakomodir terleih dahulu. Karena untuk menata sirkuit pertandingan gasstrack dan balap mobil shalom dengan motor cross itu tidak terlalu sulit ketimbang balap motor. Oleh sebab, itu balap motor menjadi icon IMI yang harus kita selamatkan sebagai aset cabor IMI yang paling utama,“ paparnya.

 

Yan Mandenas menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Papua Barat yang sudah antusias dan mendukung IMI Papua Barat untuk menyiapkan diri dan membangun sirkuit balap motor pada PON XX di Manokwari.

 

“Saya pikir, teman-teman IMI Papua Barat sangat menyambut antusias. Tidak perlu berpolemik masalah

 

Masalah tuan rumah pelaksanaan PON, tapi sebaiknya Papua harus menggandeng Papua Barat sebagai mitra pendukung pelaksanaan PON XX tahun 2020,“ imbuhnya. (bat/ab/ KORAN HARIAN PAGI PAPUA)