Aksi Peduli Hepatitis Digelar di Kabupaten Keerom

127
Anggota Komisi IX DPR-RI, Robert Rouw, Dinkes Keerom dan Dinkes Prov Papua melakukan foto bareng usai melakukan sosialisasi tentang Pencegahan Hepatitis bagi Ibu Hamil. (Arif / HPP)
Suasana Sosialisasi bahaya Hepatitis di keerom. (Arif/HPP)

KEEROM (LINTAS  PAPUA) – Penyakit hepatitis dinilai salah satu penyakit yang berbahaya karena seperti siluman, penderitanya bahkan tak tahu kalau ia terkena hepatitis. Belakangan setelah tahu biasanya itu sudah kategori stadium lanjut atau terlambat, untuk itu Kementerian Kesehatan melalui Ditjen P2P dan pihak terkait lain melakukan sosialisasi bahaya penyakit hepatitis di kabupaten Keerom.

Kegiatan sosialisasi ini juga melibatkan Dinkes Papua, Dinkes Keerom dan juga anggota DPR-RI. Kegiatan dilakukan di Aula Kantor Bupati Keerom, kemarin (10/6). Hadir pada kegiatan ini Anggota Komisi IX DPR RI, Robert Rouw, Kasubdit Hepatitis dan PISP Direktorat P2PML Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, dr. Sedya Dwisangka M.EPID, Kabid P2P Dinkes Prov Papua dr. Aaron Rumainum, M.Kes dan Plh Kadinkes Keerom, Yulian Franklin Uriyager SKM, MKes.

Pada kesempatan tersebut, Anggota Komisi IX DPR RI, Robert Rouw, mengemukakan bahwa pihak DPR-RI mendukung kegiatan pemerintah untuk sosialisasi bahaya hepatitis. ‘’Ini adalah kegiatan yang baik dan kami mendukung pemerintah. Karena dengan program ini masyarakat kita tahu bahaya hepatitis dan berusaha ikut serta untuk mendukung upaya-upaya pencegahan bahaya penyakit Hepatitis,’’ungkapnya kepada wartawan disela-sela kegiatan kemarin.

Sementara itu,  Kasubdit Hepatitis dan PISP Direktorat P2PML Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, dr. Sedya Dwisangka M.EPID mengemukakan secara epidemilogi, Indonesia termasuk Papua, angka hepatitis B cukup tinggi.

‘’Karena begitu terkena hepatitis maka taka da obat yang bis menyembuhkan, obat hanya mencegah hepatitis menjadi lebih berat seperti menjadi kanker hati atau serosis maka perlu upaya-upaya pencegahan, dan salah satu cara penularan yang banyak terjadi adalah dari ibu hamil ke anak, maka ini kita lakukan upaya-upaya pencegahan terutama untuk atau di 24 jam pertama kelahiran,’’jelasnya.

Ditambahkan diharapkan dengan sosialisasi Hepatitis maka seluruh penyelenggara layanan kesehatan hingga ke lokasi terpencil yaitu Puskesmas dan pustu turut membantu upaya screaning agar seluruh ibu hamil di Papua dan Keerom terjaring sehingga bisa mendapat vaksin untuk melindungi bayinya dari hepatitis.

Sedangkan Ketua Panitia, Chandra Mukti Kurniawan, S.Kep.NS, dalam laporannya menyebut kegiatan tersebut diikuti sebanyak 200 orang yang terdiri dari 64 petugas kesehatan, 136 mahasiswa kesehatan dan masy Kab Keerom.(Arif / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)