Dinas PU Keerom Segera Launching E-Lapor PU dan E-Infras

0
84
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kab. Keerom, Rudy Gedi, ST, MMT saat menunjukkan cara penggunaan aplikasi e-Lapor PU. (Arif /HPP)

KEEROM (LINTAS  PAPUA) – Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kab. Keerom, Rudy Gedi, ST, MMT mengemukakan kondisi geografis Kab Keerom yang sulit terutama dari jangkauan jalan darat tak heran menjadi kendala bagi pihak PU untuk mengkontrol beberapa kegiatan dan fasilitas infrastruktur umum.

Untuk itu ia merencanakan melakukan beberapa terobosan dengan memanfaatkan jaringan komunikasi atau teknologi informasi (IT) yang ada saat ini dengan pelaporan berbasis aplikasi. Yaitu aplikasi yang disebut E-Lapor PU dan E-Infras.

‘’Seperti kita tahu kondisi geografis Keerom sangat luas ini tentunya jadi tantangan bagi PU untuk melakukan pengawasan kegiatan ini. Tidak mungkin seorang Kadinas mengawasi langsung semuanya. Karenanya kita akan lakukan pemanfaatkan teknologi IT berbasis aplikasi untuk membantu mengatasi masalah ini,’’ungkapnya kepada HPP di ruang kerjanya, kemarin.

Ia mengemukakan, bahwa dengan teknologi informasi yang ada saat ini yaitu maka pihaknya telah dan akan menerapkan system pengawasan dan pelaporan pekerjaan dan infratruktur di Kab. Keerom. Kedua aplikasi tersebut yaitu E-Infras dan E-Lapor PU sedianya akan dilaunching pada Bulan agustus 2018.

Soal manfaat aplikasi e-infras, ia mencontohkan untuk mendeteksi pekerjaan proyek atau paket pekerjaan sudah sejauh mana atau berjalan berapa persen, maka aplikasi e-infras bisa membantu.

‘’Sering terjadi teman2 yang agak nakal, contohnya, ini dia belum selesai kerja tapi dia foto pekerjaan ditempat lain untuk klaim pembayaran, maka dengan aplikasi e-infras, saat kita tak turun kita yakin ini adalah hasil kerjaannya, kalau dengan e-infrastriktur maka koordinat pekerjaan yang dimaksud tersebur akan diketahui, apakah poto itu terkait koordinat yang dimaksud. Tentunya ini akan membantu kami untuk proses pengawasan,’’lanjutnya.

Sementera untuk aplikasi e-lapor PU maka masyarakat bisa melaporkan adanya kejadian bila ada kerusakan fasilitas milik PU Keerom. ‘’Misalnya ada pohon roboh sehingga merusak jembatan atau longsor merusak jalan, dengan aplikasi ini masyarakat bisa lapor tak seperti saat ini mereka harus jauh-jauh ke kantor dinas PU untuk melapor, sehingga laporan tersebut bisa cepat kita tindaklanjuti,’’paparnya.

Ia mengakui ada suara negative dari kalangan intern PU terkait aplikasi ini karena dikhwatirkan justru akan menimbulkan class action bila ada laporan tapi pihak PU tak bisa action. ‘’Namun saya pikir marilah kita bicara kedepan jangan hanya begini-begini saja. Kalau soal tindak lanjut tak memungkinkan karena masalah dana atau lainnya tentunya kita bisa komunikasikan,’’pungkasnya.(Arf /KORAN HARIAN PAGI PAPUA)