Warga Baru di Kota Jayapura Kam Harus Punya Surat Pindah

0
686
Kepala Dinas Dukcapil Kota Jayapura, Merlan S. Uloli. (Elsye Sanyi /HPP)
KOTA JAYAPURA . (Eveerth Joumilena /Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Jayapura, Merlan S.  Uloli menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menggunakan Nomor Induk Keluarga (NIK) dalam kepengurusan administrasi dokumen kependudukan khususnya bagi warga yang baru pindah ke wilayah Kota Jayapura.

 

“Warga yang dari luar daerah Kota Jayapura harus punya surat keterangan pindah dari daerah asal, karena kami tidak ingin membuat kartu keluarga atau dokumen kependudukan menggunakan Nomor Induk Keluarga dari luar daerah,” ucapnya kepada HPP d Kantor Wali Kota Jayapura, Senin (9/7/2018).

 

Hal tersebut diakuinya guna mencegah adanya pemalsuan atau penggunaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) palsu diwilayah Kota Jayapura.

 

Menurutnya,  saat ini para penjahat juga sangat cerdas, sehingga semua pihak terkait pun harus memiliki cara untuk mengantisipasi hal tersebut.

 

“Sidik jari dan alis mata itu hanya satu, sehingga saat perekaman itu sudah terekam seseorang dengan sidik jari dan bentuk alis mata yang berbeda,  sehingga jika ada warga yang memalsukan KTP-el nya maka kita dapat mengetahuinya dengan mudah,” tandasnya.

 

Sehingga, tambahnya, hanya ada satu KTP-el asli untuk satu orang, jika yang bersangkutan punya lebih dari satu KTP-el maka lainnya itu adalah palsu.  “Apabila mereka ingin menduplikasikan itu pun dapat diketahui oleh pihak berwajib,” sambungnya.

 

Dirinya juga mengucap syukur karena hingga kini belum ada temuan KTP-el palsu yang meresahkan warga di Kota Jayapura. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua) 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here