JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Sejumlah orang tua wali murid mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Jayapura, Senin (9/7) memprotes terkait dengan tidak ada penjelasan dari Kepala Sekolah maupun panitia Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dianggap merugikan anak mereka.

 

Bernard Sineri, warga Dok 8 Distrik Jayapura Utara datang ke Kantor Disdikbud Kota Jayapura mengeluhkan hasil tes dimana anaknya mengikuti ujian di SMP Negeri 1 Jayapura, namun hasilnya di terima di sekolah lain yakni di SMP Negeri 6 Jayapura.

 

“Padahal rumah kami di Dok 8 dekat dengan SMP N 1 Jayapura, tapi kenapa anak saya diterima di SMP N 6 Jayapura di Kayu Batu yang harus dua kali ganti taksi jauh dari rumah kami,” ucapnya mewakili sejumlah orangtua wali murid lainnya yang mengeluhkan sistem zonasi pada PPDB.

 

Kedatangan mereka langsung diterima baik oleh Kepala Disdikbud Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo di ruang kerjanya.

 

“Saya berikan apresiasi kepada para orangtua wali yang telah datang menemui saya di kantor. Dan mereka paham tentang sistem zonasi yang telah saya jelaskan kepada mereka,” ucap Pasolo.

 

Namun, setelah itu Pasolo mengaku bahwa dirinya dikejutkan dengan data yang disebutkan oleh para orangtua murid bahwa dari kuota sebanyak 290 murid, hanya 60 anak Papua yang diterima.

 

“Kalau ada data yang valid,  maka akan kita selesaikan. Saya adalah orang yang tidak bisa melanggar aturan, dan para orang tua mengerti itu. Namun pada intinya saya sudah menjelaskan tentang sistem zonasi berdasarkan tempat tinggal dan jarak,” sambungnya.

 

Namun terkait berapa hal, lanjutnya jumlah kuota per kelas atau daya tampung ruang belajar dalam satu sekolah itu lebih tepat diketahui oleh para Kepala Sekolah.

 

“Maka dengan tegas saya mengimbau kepada seluruh Kepala Sekolah untuk memberikan penjelasan atau informasi dengan baik,” paparnya. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)