Thomas Sondegau: Terimakasih Polri dan Masyarakat, Pilkada Papua Berjalan Lancar

0
483
Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Thomas Sondegau. (Paul /HPP)
JAYAPURA (LINTAS PAPIUA ) – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua, Thomas Sondegau, memberikan apresiasi kepada pihak Kepolisian dan masyarakat yang telah menjaga Kamtibmas di Pilkada Gubernur dan wakil gubernur Papua 2018, dan juga pemilihan bupati dan wakil bupati di tujuh kabupaten hingga berjalan lancar.
“Saya mengapresiasi Kapolda Papua  beserta suluruh jajarannya atas kinerja mereka kepolisian menjaga kemanan dalam Pemilu serentak di Papua sehingga berjalan aman dan lancar, meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi,” ungkapnya kepada HPP usai mengadiri Pembukaan Turnamen Billyard Intan Jaya Cup III di Kota Jayapura, Selasa (9/7) sore.
Thomas menuturkan, dengan dedikasi yang dilakukan pihak kemanan dalam hal ini Polri dengan perbantuan TNI di Papua sehingga bisa menepis stigma buruk yang selama ini beredar di luar Papua yang menganggap bahwa Papua adalah daerah nomor 1 di Indonesia yang rawan konflik akibat Pilkada.
“Statemen yang selama ini dikhawatirkan kalau Papua paling rawan dapat dipatahkan dengan terselenggaranya Pilkada yang aman, damai dan lancar dengan usaha yang dilakukan pihak kepolisian. Mudah-mudahan dapat berjalan lancar juga untuk Pemilu yang berikutnya,” lugasnya.
Menanggapi aksi teror kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembaki pesawat Twin Otter di Bandara Kenyam, Nduga, penyerangan warga di sekitar bandara, serta aksi penghadangan speed boat disertai penembakan yang menewaskan Kepala Distrik Torere serta 3 anggota Polisi yang sedang bertugas mengawal serpras logistik Pemilu di Puncak Jaya beberapa pekan lalu, dirinya mengungkapkan aksi tersebut merupakan kriminalitas murni yang dilakukan oleh kelompok yang ingin melepaskan diri dari NKRI.
“Saya rasa Pilkada Papua berjalan lancar dan damai. Kalau masalah gangguan keamanan yang terjadi di Nduga dan Puncak Jaya itu bukan upaya dalam menggagalkan tahapan Pilkada di Papua, melainkan, itu murni dilakukan oleh kelompok sebelah (KKB) sehingga saya jamin pelaksanaan Pilkada saat ini berjalan aman sesuai harapan kita semua,” jelasnya.
Thomas meminta pihak pemerintah agar melakukan langkah preventif terhadap kelompok tersebut, baik melalui pendekatan soft dan negosiasi guna mencari solusi yang sama-sama meguntungkan semua pihak. Menurut Thomas, kesenjangan ekonomi dan ketimpangan pembangunan menjadi penyebab utama munculnya aksi-aksi kriminalitas yang dilakukan oleh pihak KKB.
“Kami perwakilan masyarakat yang membidangi Hukum dan HAM meminta kepada kelompok apa pun yang melakukan penyerangan di beberapa lokasi di Pegunungan tengah itu, supaya menghentikan penembakan yang menewaskan aparat serta masyarakat sipil. Ini kejahatan kemanusiaan, dan telah melanggar ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi,” harapnya. (Paul / Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here