JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –   Berikut beberapa alasan Tim Josua Papua Cerdas  melakukan Walkout dari rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil perhitungan suara Gubernur dan Wakil Gubernur Papua 2018 selain alasan tidak tepat waktu, atau molor selama dua jam.Hal ini di sampaikan dalam jumpa pers Minggu(8/7/2018),Restaurant Yoka Jayapura.

 

Sekertaris Tim JWW-HMS Provinsi Papua, Nathan Pahabol, mengatakan, bersama tim hadir tetapi kami intrupsi keberatan parisipasi pleno dilaksanakan pada Hari Minggu.

 

“Alasan kami menunda pleno  Hari minggu mayoritas kristen, pkpu secara nasional diperbolehkan pleno minggu di dukung peraturan Kota Jayapura.” Katanya

 

Selain itu Nathan juga menyampaikan alasan kedua yaitu ada dua Kabupaten belum memberikan rekapitulasi hasil perhitungan suara

 

“Ada dua Kabupaten belum melakukan pleno jayawiajaya, mimika Belum ada. Dari rekapulatulasi 29 Kabupaten kalau Sudah lengkap baru bisa di lakukan pleno.”Tegasnya.

 

Nathan juga menjabarkan,  hasil temuan kecurangan dalam pemungutan suara di beberapa wilayah adat

 

“Pelaksanaan pilkada 27 juni di 5 wilayah adat, Lapago dan Mepago banyak melakukan pelangaran kita mempunyai saksi dan bukti, demokrasi tidak jalan karena demokrasi yang tidak sehat, di mainkan, Ada kecurangan.”tuturnya.

 

Sebelum Nathan menutup jumpa pers, Ia menyampaikan akan menyerahkan bukti kecurangan pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua 2018 kepada Bawaslu.

 

“Ada bukti yang akan kami lengkapi lalu di serahkan kepada Bawaslu untuk menegakan keadilan dan kebenaran. Juga sikap KPU hari ini yang tidak menangapi aspirasi kami. Tidak ada jawaban dari KPU.” Pungkasnya. (*)