Wali Kota BTM Terima  Penghargaan dari Presiden, Komitmen Bangun Kependudukan dan KB

0
443
Wali Kota BTM mengaku, tak terkejut dengan penghargaan tersebut sebab dirinya sangat berkomitmen kuat memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan kepada para ibu-ibu sejak mengandung, serta usai melahirkan hingga anak berusia lima tahun. (Erwin / HPP)
Wali Kota Jayapura, DR. Benhur Tomi Mano, MM., dan Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. H. Rustan Saru, MM., bersama anak – anak sekolah dasar dalam sebuah kegiatan di Kota Jayapura. (ISTIMEWA)

MANADO (LINTAS  PAPUA)  –  Prestasi demi prestasi kembali diukir Wali Kota Jayapura,  DR. Benhur Tomi Mano, MM., yang biasa disapa BTM.  Kali ini, komitmennya di bidang pembangunan kependudukan dan keluarga berencana (KB), diberikan sebuah penghargaan dari Presiden Joko Widodo.

Penghargaan Presiden diserahkan melalui Menteri Koordinator (Menko) Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, dalam acara Temu Prestasi KKBPK yag merupakan rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional ke XXV Tahun 2018, di Graha Gubernuran Bumi Beringin, Kecamatan Wenang, Manado, Sulawesi Utara, pekan lalu.

Walikota Jayapura menerima penghargaan Setyalencana Pembanguan di bidang Kependudukan dan Keluarga Berencana.

Sementara kepada pers usai menerima penghargaan Wali Kota BTM mengaku, tak terkejut dengan penghargaan tersebut sebab dirinya sangat berkomitmen kuat memberikan perlindungan dan jaminan kesehatan kepada para ibu-ibu sejak mengandung, serta usai melahirkan hingga anak berusia lima tahun.

“Kita siapkan dana lewat PKK dan juga instansi terkait untuk penangan kesehatan bagi ibu dan anak. Terutama, ibu-ibu hamil yang ada di 14 kampung. Tujuannya supaya anak yang dikandung sehat hingga lahir dan melewati 1.000 Hari Pertama Kehidupan,”ucapnya.

Sementara dengan penghargaan itu, dia berharap menjadi inspirasi bagi para bupati se- Provinsi Papua sehingga dapat membangun kualitas SDM di daerahnya masing-masing seperti yang dilakukan di Kota Jayapura.

Wali Kota bersama muspida dan warga kota. (Elsye Sanyi /Koran Harian Pagi Papua)

“Sehingga saya ajak semua kepala daerah bahwa KB di Papua janganlah dipandang negatif untuk mengurangi jumlah penduduk. Sebab BKKBN Papua sudah menjelaskan bahwa khusus Papua, tidak ada pembatasan hanya pada 2 anak cukup”.

“Boleh lebih dari 2 anak, asalkan jarak kelahiran anak diatur baik demi jaga kesehatan ibu dan anak. Dengan demikian Sumber Daya Manusia Papua yang kita siapkan benar-benar berkualitas dan berdaya saing tinggi,” terangnya.

Sekedar diketahui, Satyaencana Pembangunan merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Presiden RI di bidang Pembangunan Kependudukan dan KB. Sebelumnya, Walikota BTM  pernah menerima penghargaan Setya Mangggala Kencana untuk bidang yang sama.

Sementara ada 6 jenis penghargaan yang  diberikan Presiden melalui Menteri Puan Maharani. Pertama, Satyalencana Pembangunan untuk 21 Gubernur, Walikota dan Bupati

Kemudian, Satyalencana Wira Karya, diberikan untuk  2 instansi yakni TP PKK NTB, dan  Muslimat NW NTB. Selanjutnya, Mangala Karya Kencana untuk 74 Gubernur,  Walikota, Bupati, dan PKK

Ada juga, Wira Karya Kencana untuk 4 Profesi. Ada pula, Dharma Karya Kencana untuk 17 mitra kerja. Terakhir, penghargaan Cipta karya kencana bagi 2 Mitra kerja. (Erwin / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here