Unicef dan Dinkes Gelar Pertemuan Terkait Kampanye Imunisasi Massal 

0
435
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aaron Rumainum, saat memberikan keterangan pers. (Fransisca/ Lintas Papua_)

JAYAPUR (LINTAS PAPUA)  – Unicef bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua mengelar pertemuan pimpinan agama, adat, dan mitra strategis untuk mendukung kampanye imunisasi massal Campak dan Rubela Fase dua di  Provinsi Papua, bertempat di Grand Abe Hotel Jayapura, Senin (9/7/2018).

 

Kegiatan ini dihadiri sekitar 100 pemuka agama di Papua, para specialis anak, dan perwakilan, bersatu untuk menghindarkan anak Papua dari kecacatan akibat Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PDSI). Menangkal penyakit Campak dan mengendalikan Rubella sebelum tahun 2030.

 

Dirjen P2P Pencegahan Dan  Pengendalian Penyakit Kementrian Kesehatan  RI, Anung Sugihantono mengatakan, bahwa munisasi campak dan Rubela atau suntik kebal penyakit masalah campak dan rubella di Provinsi Papua sasarannya sekitar 1 juta anak usia 9 bulan tercapai, sasaran diatas 95 % untuk dapat mensukseskan suntik masal besar-besaran ini.

“Maka partisipasi masyarakat sangat penting guna memastikan bahwa setiap anak usia 9 bulan mendapat imunisasi, Mitra strategis lainnya dibutuhkan, mendorong partisipasi masyarakat demi kesehatan dan masa depan generasi penerus Papua dan bangsa Indonesia,”  katanya.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua dengan dukungan dari UNICEF sebagai mitranya dan Yayasan Amaliah Jaya Abadi melaksanakan kegiatan pertemuan pimpinan agama adat dan mitra strategis dalam mendukung kampanye imunisasi massal campak dan rubella fase dua di Provinsi Papua”tuturnya.

 

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Aaron Rumainum mengajak,  seluruh elemen masyarakat agar seluruh anak di Papua mendapat imunisasi lengkap.

 

“Secara teknis sudah dilakukan dengan teman kesehatan, tetapi secara oprasional, untuk bisa menghadirkan orang ke fasilitas pelayanan kesehatan dan memberikan atau melakukan ktu dengan sukarela san pemahaman yang sama di perlukan persatuan lintas sektor khisusnya para tokoh masyarakat, Adat, Agama, bahkan sumberdaya masyarakat, dan semua orang yang berkepentingan didalam kegiatan ini secara operasional,” jelasnya.

Dilanjutan, itulah sebabnya hadir disini dan nantinya akan mendapatkan informasi yang lengkap, mengenai apa bagaimana seperti apa yamg dilakukan dan dikerjakan bersama untuk mewujudkan generasi dengan baik yang akan datang. (Fransisca)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here