Dinsos Kota Jayapura Siap “Tangkap” Orang Gangguan Jiwa

0
944
Pegawai Dinas Sosial saat foto bersama salah satu pasien di Rumah Sakit Jiwa Abepura Rabu, (04/07/2018). (Geis / HPP)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Dinas  Sosial Kota Jayapura yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa melakukan Lounching Program Penjaringan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Gelandangan/ Terlantar Di Kota Jayapura. Dalam Rangka Menuju Papua Bebas Gelandangan Psikotik dan Pasung, Rabu, (04/07/2018) kemarin.

Kepala Unit Kesehatan Jiwa  Masyarakat Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Abepura, Sasmito Hermawan mengatakan, kami bertugas melakukan pelayanan kesehatan jiwa di luar gedung, rumah sakit jiwa sebagai pelayanan jiwa itu melayani kesehatan jiwa dalam gedung dan di luar gedung.

“Untuk tahun 2018 pelayanan di luar gedung itu ada 28 Kabupaten dan 1 Kota, termasuk salah satunya pelayanan kesehatan jiwa di Kota Jayapura,” ujar Sasmito Hermawan saat Lounching tersebut kepada Harian Pagi Papua, Rabu, (04/07/2018) kemarin.

Dirinya menambahkan, Pelayanan jiwa di Kota Jayapura secara umum mulai dari promosi dan perprentif dan akuratif , khusus untuk saat ini pelayanan kesehatan jiwa, penjaringan pasien gelandangan piskotik atau di sebut pasien gangguan jiwa terlantar.

Sama-sama kita lihat bersama bahwa di lingkunganan Kota Jayapura ini, jumlah angka gangguan jiwa semakin tahun meningkat data menunjukan Kota Jayapura itu jumlah kunjungan polik klinik dan jumlah UGD terus meningkat juga jumlah gelandangan psikotik di Kota Jayapura.

“Semakin lama semakin meningkat, apa itu gelandangan psikotik yaitu pasien gangguan jiwa yang terlantar, yang tidak mendapat perhatian dari masyarakat atau keluarga. Oleh karena itu beberapa waktu yang lalu. Dinas Sosial Kota Jayapura, melakukan penandatanganan MoU  bersama, dalam rangka pelayanan jiwa khusus untuk program penjaringan gelandangan dan bebas pasung di Kota Jayapurra,” ungkapnya.

Lanjutnya  hari ini kita  lounching kegiatan perdana  untuk pelayanan kesehatan jiwa program penjaringan, kita sudah survey dari beberapa waktu yang lalu, kita sudah survey kira-kira ada sekitar 12 pasien gangguan jiwa  yang terlantar di Kota Jayapura, yang rencana kami targetkan 12 orang itu tahun ini akan di lakukan penjaringan..

“Dinas Sosial memiliki kewenangan untuk melakukan survey kemudian pendataan termasuk penjaringan, kami sebagai pelayanan rumah sakit jiwa itu  menerima yang di rujuk atau yang di ambil oleh Dinas Sosial, nah setelah kami rawat di kembalikan ke Dinas Sosial untuk mengembalikan ke keluarga dan masyarakat,” ungkapnya.

Kami juga akan adakan tindak lanjut setelah kami rawat, kami ada namanya program kunjungan rumah dan sebagainya  seperti itu, tahun ini programnya  12 orang pasien, hari ini kita ada renacan 3 orang, target kami dan wilayah Abepura, Heram dan Kota Jayapura.

Sementara itu Kabid Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Kota Jayapura, Milka Hasor menambahkan ini merupakan kerja sama antara Rumah Sakit Jiwa dan kami di Dinas Sosial Kota Jayapura. Program Penjaringan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Gelandangan/ Terlantar di Kota Jayapura.

Bapak Walikota juga berharap agar penangan ini harus dilakukan agar menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2020.  Kota Jayapura bebas dari orang dengan gangguan jiwa yang terlantar.

“Tentu semua pesien yang di tangani nanti oleh RSJ setelah mereka mendapatkan pengobatan dan sembuh nanti akan di kembalikan kepada keluarga mereka,” tutupnya. (Geis Muguri / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here