Ilustrasi Pertunjukan tari di Festival Danau Sentani 2018. (Dok. Perwira Management)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mengimbau warga untuk mengurus dokumen kependudukan seperti akta kelahiran bagi anak usia 0-18 tahun.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadispendukcapil) Eddi Susanto, saat dikonfirmasi Harian Pagi Papua, di ruang kerjanya, baru-baru ini, mengatakan pemerintah daerah tidak memungut biaya atau menggratiskan pengurusan akta kelahiran anak untuk jangka waktu tertentu untuk mempermudah warga.

 

 

Untuk pelayanan akta kelahiran di Kabupaten Jayapura itu memang belum terlalu menggembirakan. Artinya, target nasional kita belum bisa mencapainya. Untuk itu, setiap ada kesempatan turun lapangan kita selalu mengimbau kepada masyarakat untuk segera mengurus akta kelahiran, imbuh pria yang juga menjabat Asisten II Bidang Perekonmian dan Pembangunan Setda Kabupaten Jayapura.

 

“Karena akta kelahiran itu adalah hak setiap penduduk yang ada di Kabupaten Jayapura. Tentunya dengan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh sebuah akta kelahiran, yakni syarat utama harus sudah punya kartu keluarga (KK), kemudian yang terpenting disini adalah orang tuanya sudah melakukan pernikahan secara sah sah, baik menurut agama lalu dicatatkan di Catatan Sipil, sehingga kita terbit kan namanya akta pencatatan sipil,” katanya.

 

“Jadi kalau sudah lengkap seperti itu, akte kelahiran yang diterbitkan itu aka berbunyi seorang seorang anak dari ayah yang bernama A dan ibu yang bernama B,” sambungnya.

 

“Lalu yang menjadi pertanyaan sekarang di tengah-tengah masyarakat itu, bagaimana yang belum nikah sah. Kita masih tetap terbitkan akta kelahirannya. Akan tetapi, di aktanya itu akan berbunyi yakni, telah lahir seorang anak bernama A. Kemudian anak dari seorang ibu yang bernama B dan nama ayahnya nggak masuk. Karena belum bisa menunjukkan surat yang menyatakan, bahwa mereka sudah melakukan pernikahan secara sah,” terang Eddi Susanto diakhir wawancaranya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here