SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Jayapura bekerjasama dengan Pemerintah Distrik Sentani Timur menggelar sosialisasi Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) kepada para aparatur sipil negara (ASN), kepala kampung dan juga aparat kampung yang ada di Distrik Sentani Timur (Sentim), Jumat (6/7/2018) kemarin pagi.

Tujuan program ini untuk memberikan pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam program-program JKN-KIS. Sehingga diharapkan kepada kepala kampung dan aparat kampung dapat memahami benar fungsi peranan program dari BPJS dan KIS, jelas Kepala Distrik (Kadistrik) Sentani Timur, Steven Ohee, kepada Harian Pagi Papua usai membuka kegiatan sosialisasi tersebut, di Aula Kantor Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura.

Menurut Steven Ohee, pemerintah Distrik Sentani Timur menyambut baik adanya program JKN KIS yang merupakan salah satu program Nawacita dari Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, termasuk Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Ya, hari ini (kemarin) dari BPJS Kesehatan Cabang Jayapura melakukan sosialisasi tentang program JKN KIS kepada aparat distrik dan juga kepada kepala kampung serta aparat kampung di wilayah Distrik Sentani Timur. Sebagai pimpinan distrik, saya berikan apresiasi kepada tim BPJS Kesehatan karena mereka sudah bisa meluangkan waktu dan datang ke Distrik Sentani Timur, untuk mensosialisasikan tentang program JKN KIS, terangnya.

Steven meminta,  kepada seluruh aparat distrik, kepala kampung dan aparat kampung yang berada di wilayah Distrik Sentani Timur wajib memiliki kartu JKN KIS.

Hal ini sangat penting sekali, dan menurut hemat saya banyak waktu masyarakat bertanya-tanya tentang kartu-kartu JKN KIS ini. “Kami sendiri belum memahami secara detail, sehingga mengalami kesulitan untuk menjelaskan kepada masyarakat terkait bagaimana cara memperoleh kartu jaminan sosial tersebut, paparnya.

“Maka saat mereka (BPJS Kesehatan) menyurati kami dan ingin melakukan sosialisasi di Distrik Sentani Timur ini, kami sangat merespon dan memberikan ruang yang seluas-luasnya. Untuk itu, kami meminta kepada pihak BPJS Kesehatan agar dapat memberikan pencerahan dan juga penjelasan secara detail. Supaya masyarakat bisa mengetahui tentang program JKN KIS dari BPJS Kesehatan ini, sehingga masyarakat bisa memahami dan memiliki kartu JKN KIS, tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)