Panen Ayam Melimpah,  Masyarakat Mimika Minta Satgas Noken Polri Tambah Program Pelatihan

0
1375
Kelompok masyarakat peternak ayam kampung super saat foto bersama dengan Satgas Binmas Noken Polri di Kompleks Irigasi Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Selasa (3/7/2018) lalu. (Humas Polda)
Kepala Suku Mone, Tobias Kobogau, saat menyampaikan terimakasihnya kepada Satgas Binmas Noken Polri di lokasi ternak ayam kampung super di Distrik Mimika Baru. (Humas Polda)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Kelompok masyarakat peternak bersama Satuan Tugas Pembinaan Masyarakat (Satgas Binmas) Noken Polri, panen perdana 1000 ekor ayam Kampung Super yang berlokasi di Kompleks Irigasi, Kelurahan Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika pada Selasa (3/7/2018) lalu.

 

Program Satgas Noken Polri ini dilaksanakan di beberapa daerah di Papua yang merupakan bagian dari program implementasi Polri untuk pemberdayaan masyarakat lokal, khusunya wilayah pinggiran dimana prakarsa masyarakatnya perlu didorong untuk kesejahreraan yang lebih layak.

 

Panen perdana ayam kampung binaan kepolisian ini diawali dengan penyerahan empat ekor ayam yang dilakukan oleh Brigjen Pol Herry R Nahak selaku Kepala Satgas Binmas Noken Papua kepada salah seorang perwakilan masyarakat, disaksikan Kapolres Mimika, AKBP Agung Marlianto, Dandim 1710 Mimika, Letkol Inf Windarto, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika Yosefin Sampelino, serta masyarakat yang hadir.

Kelompok masyarakat peternak ayam kampung super saat foto bersama dengan Satgas Binmas Noken Polri di Kompleks Irigasi Timika Indah, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Selasa (3/7/2018) lalu. (Humas Polda)

“Satgas Binmas Noken bekerja untuk memberdayaan masyarakat dalam arti, mencoba menarik masyarakat untuk melakukan hal-hal yang bisa berguna bagi pengembangan kehidupan mereka, sehingga kedepannya, kehidupan dan ekonomi masyarakat bisa lebih layak” ungkap Nahak dan disambut aplaus masyarakat Mimika.

 

Nahak memberi pemahaman, bahwa program Satgas Noken diperuntukkan memberdayaakan masyarakat, sehingga sebelum menyerahkannya kepada warga binaan, pihaknya memberikan contoh. Dengan contoh inilah diharapkan bisa memotivasi masyarakat lainnya untuk mengembangkan diri lewat peternakan ayam. “Dan kami sudah membangun ternak ayam di tujuh titik,” pungkasnya..

 

Ia menjelaskan, pihaknya mendirikan kandang ayam pada dua bulan lalu, serta mendatangkan ayam kampung super dari Yogyakarta. Ayam Kampung Super merupakan hasil perkawinan antara ayam kampung dan ayam ras, kemudian menghasilkan kualitas ayam yang baik. Hal ini bisa dilihat sejak umur ayam 0 hari sampai 64 hari, berat ayam rata-rata akan mencapai 1,1 kilogram.

 

“Kurang lebih dua bulan saja, ayam cepat berkembang dengan berat mencapai 1,1 kilogram. Ini potensi yang luar biasa dan bisa dikembangkan oleh kita semua (masyarakat -red),” bebernya dengan semangat kepada warga.

 

Nahak berharap atas potensi itu, agar masyarakat dan juga pemerintah setempat saling berkoordinasi dan mendukung. Meminta dinas terkait untuk merangkul masyarakat peternak ayam super dalam sebuah wadah koperasi. Sehingga kedepan bisa menjadikan Mimika sebagai penyuplai ayam kampung untuk seluruh daerah di Papua.

 

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mimika, Yosefin Sampelino mengatakan, pihaknya sangat mendukung program Binmas Noken Polri ini, karena dapat menunjang dan mensejahterakan masyarakat lokal yang jauh di ujung timur Indonesia.

 

“Kita juga turut berbangga karena atas budidaya tersebut, masyarakat Papua sendiri dengan dibantu oleh tim Binmas Noken Polri kedepanya agar lebih produktif dan mandiri,” harap Yosefin.

 

Dirinya berharap, agar panen pertama ini mudah-mudahan menjadi acuan kedepanya bagi masyarakat Papua khususnya di Kabupaten Mimika agar lebih berkembang dan memajukan potensi sektor lainnya.

 

Sementara itu, Kepala Suku Mone, Tobias Kobogau yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mananggapi, bahwa kegiatan budidaya ayam super ini dinilai sangat positip. Ia mengaku bangga dan senang karena masyarakatnya mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah dan institusi kepolisian.

 

“Program dari Binmas Noken ini luar biasa. Baru berjalan beberapa bulan tetapi sudah dapat dinikmati hasilnya oleh warga. Program seperti ini lah yang kami tunggu. Pelihara ayam dan babi sangat cocok untuk kami disini. Hasil sudah pasti langsung ada yang beli karena kebutuhan adat,” kata Tobias seraya menyampaikan terimakasihnya kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian, selaku pemrakarsa program Binmas Noken ini.

 

Dirinya pun menyampaikan agar program pelatihan oleh Satgas Binmas Noken Polri harus diperbanyak agar dapat mendongkrak perekonomian orang asli Papua (OAP) yang ada di daerah pegunungan dan pesisir.

 

“Program seperti ini harus diperbanyak agar masyarakat di sini punya kegiatan yang bermanfaat dan menghasilkan. Bukan jalan tidak karuan atau ikut perang, itu tidak baik,” tutup Tobias. (Paul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here