Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro ketika dikonfirmasi usai acara Halal Bihalal dan Penyaluran Santunan kepada 8 Asnaf itu mengucapkan, selamat kepada seluruh pengurus Baznas Kabupaten Jayapura yang saat ini mengadakan acara silaturrahmi antara pemerintah dengan anggotanya, sekaligus juga menyerahkan bantuan santunan. (Irfan /HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Jayapura menggelar Halal Bihalal yang bertema, Sebagai Penyambung Silaturrahim dalam Penyaluran dan Pemberdayaan Umat Muslim Kabupaten Jayapura, Jumat (29/6/2018) sore, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura.

Hadir dalam Halal Bihalal, Wakil Bupati Jayapura,  Giri Wijayantoro, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jayapura Oktovianus Napo, S.Th, Asisten I Bidang Pemerintahan Umum Setda Kabupaten Jayapura Abdul Rahman Basri, S.Sos, M.KP, Ketua Baznas Kabupaten Jayapura H. Tri Mulyadi, S.H., M.Kn, Ketua MUI Kabupaten Jayapura Ustadz H. Makmun Rosidi, perwakilan Lanud Jayapura, alim ulama dan tokoh agama.

Baznas Kabupaten Jayapura pada Idul Fitri 1439 H/2018 M memperoleh dana zakat mal sebesar Rp 287 juta. Sedangkan dana zakat mal yang disalurkan kepada penerima yang berhak menerima dana zakat itu sekitar Rp 281 juta.

Demikian disampaikan Ketua Baznas Kabupaten Jayapura, H. Tri Mulyadi, S.H., M.Kn, kepada wartawan usai acara Halaln Bihalal serta Penyaluran Zakat Mal, Infaq, Shodaqoh (ZIS) dan Penyerahan Santunan kepada 8 Asnaf yang berhak menerima, di Aula Lantai II Kantor Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (29/6/2018) sore.

Hal ini kita lakukan dalam rangka pemberdayaan ekonomi kerakyatan, ujarnya.

Tri Mulyadi menjelaskan, kalau memang dari seluruh UPZ (Unit Pengumpul Zakat) tertib menyerahkan dana zakatnya ke Baznas, maka penerimaan dana zakat itu bisa mencapai Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar.

Namun sampai saat ini kami di Baznas baru menerima dana zakat dari UPS (Unit Pengumpul Zakat) yang ada di masjid-masjid itu sekitar 20 persen, padahal seharusnya mereka serahkan dana zakat ke Baznas itu sebesar 80 persen. Sehingga dana zakat yang kita terima itu, Insha Allah betul-betul dapat dirasakan oleh para musakhi, katanya.

Karena itu, kata Tri Mulyadi, perlu ada pemahaman kembali tentang bagaimana memberikan rasa kepercayaan kepada pihak Baznas dari seluruh UPZ baik yang ada di masjid-masjid atau UPZ di BKMT.

“Kita harus memberikan pemahaman-pemahaman lagi tentang bagaimana perlunya ada rasa kepercayaan dari seluruh UPZ kepada pihak Baznas. Karena setiap tahun kita salurkan dan melaporkan dana zakat itu ke UPZ yang ada di masjid-masjid,” katanya.

Ketika ditanya terkait acara Halal Bihalal yang digelar oleh Baznas Kabupaten Jayapura, Tri Mulyadi mengatakan, Baznas sebagai badan amil zakat ingin merajut kembali tali silaturrahim, ukhuwah islamiyah, saling sharing atau bertukar pikiran dan pengalaman.

“Kita harus ada ukhuwah islamiyah, juga harus ada toleransi antar sesama umat Muslim dengan tidak memandang paham organisasi baik itu Muhammadiyah, NU atau organisasi Islam lainnya, serta toleransi antar sesama ummat manusia, ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura Giri Wijayantoro ketika dikonfirmasi wartawan termasuk Harian Pagi Papua usai acara Halal Bihalal dan Penyaluran Santunan kepada 8 Asnaf itu mengucapkan, selamat kepada seluruh pengurus Baznas Kabupaten Jayapura yang saat ini mengadakan acara silaturrahmi antara pemerintah dengan anggotanya, sekaligus juga menyerahkan bantuan santunan.

Dengan adanya acara seperti ini, kita bisa lebih maju lagi untuk berkontribusi dalam memberikan perhatian. Karena kita sudah memahami dalam ibadah-ibadah yang kita lalui saat menjalankan puasa di bulan suci ramadhan yang lalu, kata Giri Wijayantoro.

Wabup Giri mengungkapkan, bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh Baznas ini merupakan pekerjaan kemanusiaan, karena setiap pribadi dengan pemahaman yang baik pasti dengan senang hati dan juga kerelaan hati pasti akan ikut serta didalam gerakan kemanusiaan ini.

Oleh karena itu, saya minta kepada Baznas juga harus kerja secara nyata, agar kedepannya bisa semakin mengambil simpatik daripada masyarakat di Kabupaten Jayapura, pintanya.

Dengan adanya pembagian atau penyaluran zakat yang tepat sasaran ini, kata Wabup Giri, bahwa semua pihak bisa melihatnya, karena ini adalah kerja sosial maka butuh support dan juga dukungan dari seluruh masyarakat.

Kedepannya Baznas harus bisa lebih eksis di daerah ini, juga mempunyai hubungan yang baik dan dapat berjalan bersama dengan pemerintahan yang ada saat ini. Supaya gotong royong itu tetap terjadi dan mereka bisa langsung ke sendi-sendi kehidupan masyarakat. Jadi, baik sebagai pihak yang memberi maupun yang menerima semuanya nyata, mudah-mudahan Baznas bisa betul-betul mengambil simpatik masyarakat, tukasnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)