JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Sebanyak 60 distrik di tiga kabupaten di Papua direkomendasi pemilu susulan. Hal ini disebabkan tidak terlaksananya pilkada serentak pada Rabu (27/6) akibat keterlambatan distribusi logistik dan alasan keamanan.

Hal ini disampaikan anggota Badan Pengawas Pemilu Papua, Anugrah Pata di kota Jayapura, Kamis (28/6) siang.

Anugrah menjelaskan, 60 distrik ini terletak di tiga kabupaten, yakni Nduga 29 distrik, Paniai 23 distrik, dan Yahukimo 8 distrik.

Penyebab keterlambatan Pilgub Papua di Kabupaten Nduga dan Yahukimo akibat keterlambatan distribusi logistik pemilu berupa surat suara, berita acara, serta kotak suara ke distrik-distrik tersebut.

Di Paniai, dikatakan, terjadi keterlambatan pemilihan bupati dan wakil bupati karena adanya penolakan dari masyarakat setempat atas masuknya kandidat petahana Hengky Kayame sebagai peserta pilkada.

Sebelumnya, KPU Paniai menganulir keikutsertaan Hengky karena adanya putusan pailit oleh Pengadilan Niaga Makassar. Namun, KPU berdasarkan hasil putusan Panwaslu Paniai kembali meloloskan Hengky sebagai calon bupati karena dinilai telah membayar utang Rp 2 miliar.

”Direncanakan pemungutan suara terlaksana di 29 distrik di Nduga dan 8 distrik di Yahukimo pada Kamis ini. Sementara di Paniai masih tertunda karena belum ada jalan keluar terkait masalah tersebut,” terangnya.

Anugrah menambahkan, rencananya KPU Papua akan bertemu dengan Bawaslu Papua untuk membicarakan masalah Paniai di Jayapura dalam waktu dekat ini.

Secara terpisah, Kapolda Papua Irjen Boy Rafli Amar menjamin pelaksanaan pemilu susulan di beberapa kabupaten akan berjalan aman di bawah pengawalan jajarannya.

Diketahui tahun ini ada pelaksanaan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Papua serta pemilihan bupati di tujuh kabupaten, yakni Deiyai, Paniai, Puncak, Mimika, Biak Numfor, Jayawijaya, dan Mamberamo Tengah.

Ada 18 pasangan kandidat kepala daerah dalam pilkada dan dua kandidat dalam Pilgub Papua. Jumlah TPS dalam Pilgub Papua 9.222 TPS di 5.498 kampung. Jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap 3,4 juta orang. (Paul / Koran Harian Pagi Papua)