JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Kepolisian Daerah Papua dan Kodam XVII/Cendrawasih memperketat pengamanan di Distrik Kenyam, Kabupaten Nduga, Papua, pasca serangan Kelompok Kriminal Bersenjata di wilayah setempat, pada Senin (25/6).

 

Diketahui, pesawat Twin Otter milik maskapai Trigana Air diberondong tembakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sesaat setalah mendarat di Bandara Kenyam, sekitar pukul 09.45 Wit. Insiden ini mengakibatkan Pilot pesawat benama Abdul Kamil (27) terkena peluru dibagian punggung kanannya, sementara Co Pilot dan 15 penumpang tak mengalami luka.

 

Tak lama setelah tim gabungan Polri/TNI melakukan pengejaran, KKB kembali menyerang lima warga sipil dengan tembakan di sekitar areal bandara ketika melarikan diri dari kejaran aparat. Tiga warga dinyatakan meninggal dunia akibat terkena tembakan dari pihak KKB, sementara dua warga lainnya mengalami luka benda tajam.

 

Kapolda Papua, Irjen Pol. Boy Rafli Amar di Mapolda Papua, Kota Jayapura mengatakan, penebalan personil dilakukan untuk mengantisipasi serangan susulan KKB di daerah setempat. Pihaknya pun akan menugaskan Tim Terpadu TNI/Polri untuk membackup pengamanan di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

 

“Nduga termasuk salah satu daerah yang rawan gangguan KKB saat Pilkada. Jadi nanti kami akan mempertebal pasukan pada 27 Juni besok untuk TPS tertentu yang masuk kategori rawan satu dan dua,” ujar Kapolda usai rapat tertutup bersama Forkimpimda Papua di Mapolda Papua, Senin (25/6) sore.

 

Boy Rafli menambahkan, kini pihaknya bersama TNI tengah fokus melakukan pengejaran terhadap para pelaku penembakan yang kerap berulah di wilayah Kenyam dan sekitarnya.

 

“Aparat Kepolisian dan TNI akan memprioritaskan pengejaran para pelaku. Kita sudah kantongi identitas terduga pelaku dari data intelejen, tetapi kami tidak bisa sebutkan ke media,” bebernya.

 

Dikesempatan yang sama, Pangdam XVII Cendrawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit menegaskan, pihaknya bersama Polda telah melakukan antisipasi lebih lanjut terkait peristiwa itu.

 

“Kami prihatin dengan insiden penembakan, apalagi korbannya adalah warga sipil yang tak bersalah. Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat disana, sehingga Pilkada dapat berjalan lancar dan sukses,” tambahnya.

 

Sementara itu Juru bicara Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat -Organisasi  Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Sebby Sambom dalam siaran release ke media mengklaim bahwa aksi penembakan tersebut menewaskan tiga orang warga sipil dan melukai pilot serta seorang anak di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga.

 

Pesawat Trigana Twin Otter yang mengangkut anggota brimob yang akan bertugas mengamankan jalannya Pilkada Serentak Provinsi Papua pada 27 Juni 2018. Sesaat setelah landing dan berada di apron bandar udara Kenyam, Nduga. Pilot Ahmad Kamil (27) terkena serpihan peluru dalam peristiwa ini (Paul/ab / Koran Harian Pagi Papua)