Proses Pencalonan Wabup Keerom Dipertanyakan Masyarakat

0
458
Bupati Keerom, Muh. Markum SH, MH, MM, saat melakukan diskusi dan Tanya jawab dengan masyarakat serta tokoh adat di Balai Kampung Woslay, Distrik Senggi, Jumat (25/5/2018). (Arif/HPP)
Kepala Kampung Ampas, Yohanes Yafok. (Rif/HPP)

KEEROM (LINTAS PAPUA) –  Beberapa elemen masyarakat Keerom mulai menanyakan masih kosongnya kursi Wakil Bupati Keerom, menyusul telah dilantiknya Muh. Markum menjadi Bupati Keerom. Diantara yang menyampaikan hal tersebut adalah Kepala Kampung Ampas,  Yohanes Yafok dan Kadistrik Mannem, Adolof Boryam.

‘’Hingga saat ini masyarakat terus bertanya-tanya mengapa sampai kini kursi Wakil Bupati Keerom belum terisi. Karena pertanyaan ini bukan hanya disatu wilayah saja, banyak juga masyarakat yang menyampaikan dan bertanya terus soal tersebut,’’ungkapnya kepada HPP, di Kompleks Kantor Bupati Keerom, belum lama ini.

Ia menilai, apabila kursi Wakil Bupati dibiarkan lowong dalam waktu lama,  maka akan mengakibatkan proses pembangunan di Keerom terpengaruh atau tidak berjalan lancar. ‘’Inilah yang dikhawatirkan masyarakat sebab-akibat apa sampai saat sehingga belum ada Wabup,  hingga saat ini, kita butuh wabup untuk proses pembangunan bias berjalan lancer, jangan sampai masyarakat mati kelaparan karena terbengkalai,’’lanjutnya.

Ia juga meminta,  agar proses ini bias berjalan baik,  maka Bupati dan legislative agar bisa duduk bersama dan berkoordinasi tentang pengisian jabatan Wabup Keerom ini. ‘’Saya pikir Bupati sebagai Pembina pemerintahan harus koordinasi dengan DPRD. Dalam hal ini kedua partai pengusung yaitu PKS dan Golkar agar melakukan rembug kira-kira calon mana, jangan kerja sendiri-sendiri sehingga proses ini jalan baik,’’lanjutnya.

Sementara itu,  Kepala kampung Ampas, Yohanes Yafok, mengemukakan hal serupa. Menurutnya proses pembangunan akan berjalan lebih baik kalau Bupati Keerom telah memiliki Wakil Bupati Keerom.

‘’Saya juga berharap proses pengisian jabatan Wakil Bupati Keerom ini bias segera. Karena kalau Bupati Keerom kerja sendiri tentunya proses pembangunan berjalan tapi secera kecepatan akan lebih baik kalau ada Wakil Bupati Keerom,’’ujarnya.

Ia juag berharap ada yang menjelaskan kepada masyarakat bagaimana dan kenapa proses pemilihan Wakil Bupati begitu lambat. ‘’Karena memang saat ini masyarakat Keerom terus bertanya-tanya bagaimana proses ini bisa segera,’’pungkasnya.(Rif / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here