Katanya Su Sadar, Jadi Nelayan Jayapura Kam Stop Bom Ikan Lagi

0
513
Pasar Hamadi yang berada di pinggiran bibir lautan Pasifik Kota Jayapura. (Panoramio.com)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) –  Nelayan di wilayah perairan Jayapura, kini tidak lagi menggunakan racun potassium dan bom ikan untuk mencari ikan di laut. Mereka nampaknya sudah sadar tentang bagaimana mendapatkan ikan dengan cara tetap ramah dan menghormati lingkungan hidup.

 

“Tidak ada, mereka (nelayan),sudah semakin sadar akan bahaya bom ikan yang bisa merusak ekosistem di laut,” ungkap Wadan Lantamal X Jayapura Kolonel Laut (P) Antonius Girisiwa, kepada HPP, baru-baru ini.

 

Menurut Antonius, kesadaran para nelayan mulai ada karena pihak TNI AL dalam hal ini Lantamal Jayapura dan instansi terkait intens memberikan penyuluhan bahaya penggunaan bom ikan.

“Kami punya wadah untuk para nelayan, melalui wadah itu kami rutin melakukan tatap muka untuk berbagi pengetahuan dan hal-hal positif, mulai dari bahaya penggunaan bom ikan dan masih banyak lagi,” bebernya.

 

Lebih jelas pemahaman nelayan tentang bahaya racun potassium dan bom ikan sudah  lebih maju dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mereka tahu kalau sering-sering memakai racun di air laut, akibatnya yang punah bukan hanya bibit ikan, melainkan juga terumbu karang. Dan lagi sangat merugikan para nelayan pancing.

 

Kerugian yang diakibatkan oleh penggunaan racun, kata Antonius,  bukan hanya sesaat saja. Tapi akan berlangsung sangat lama, mengingat bibit-bibit ikan pun ikut habis. Itu sebabnya, mereka telah berkomitmen untuk ikut melestarikan alam.

 

Lantas, alternatif yang ditempuh nelayan agar proses pencarian ikan bisa ramah lingkungan dan mereka bisa tetap bisa memenuhi penghidupan, yakni menggunakan alat-alat berupa jaring atau jala, pancing, dan tumbak.

“Penangkapan secara ramah lingkungan bukan saja berdampak baik bagi kehidupan biota laut, tetapi nelayan juga tetap bisa mendapatkan ikan untuk dijual dan memenuhi kebutuhan ekonomi mereka,” tandas Antonius. (Lea/ Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here