Pesan WhatsApp, Gubernur Soedarmo Akui Banyak Staf OPD Mengeluh

0
428
Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo, dalam apel pagi, di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Kamis (21/6/2018). (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Hampir genap tiga bulan memimpin Provinsi Papua, Penjabat Gubernur Soedarmo mengaku banyak menerima pesan WhatsApp dari staf seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengeluhkan kinerja pimpinan instansinya.

Ia menyimpulkan sejumlah laporan itu dikarenakan kurangnya pembinaan yang baik dari pimpinan OPD kepada jajarannya.

“Padahal pembinaan ini itu sangat perlu sehingga pimpinan OPD saya harap mari mulai berpikir bahwa kita ditunjuk karena ada amanah yang diberikan oleh Tuhan. Kalau tidak atas ijinnya, walaupun manuver ke mana-mana, tidak akan bisa terpilih”.

“Makanya setelah ditetapkan sebagai pimpinan OPD, konsekuensinya bertanggung jawab membina staf di OPD masing-masing. Supaya keluhan-keluhan seperti demikian bakal tak terjadi,” serunya dalam apel Kamis (21/6/2018) pagi, di Halaman Kantor Gubernur Dok II Jayapura.

Soedarmo mengibaratkan seorang pimpinan OPD sebagai ayah dan sekretaris yang adalah ibu. Untuk itu, dia mengharapkan agar bagaimana hubungan keduanya dapat terus dijaga sehingga staf yang diibaratkan sebagai anak, bisa bahagia.

“Pemimpin di OPD itu sama dengan kita memimpin di satu keluarga. Bagaimana kita membina suatu keluarga itu supaya dia baik. Sebab tidak ada orang tua yang tak ingin anaknya jadi tak baik. Maka, kalau hubungan sudah harmonis diyakini kinerja dari sebuah OPD itu akan membaik pula,” katanya.

“Jadi saya ingatkan kembali ini untuk kita semua. Sebab tidak mungkin suatu organisasi itu bisa berhasil tanpa didukung oleh orang dibawahnya,” terangnya.

Ditambahkan Gubernur, sebuah organisasi juga disamakan sebagai suatu tubuh atau badan manusia. Artinya, sebuah tangan, kaki, kepala dan jari memiliki fungsinya masing-masing. Pun demikian, untuk meraih sebuah keberhasilan maka semua organ tubuh ini perlu bekerja sama.

Begitu pula sebaliknya fungsinya tak akan maksimal bila salah satu organ tubuh sakit. “Contohnya kalau jari kelingking kita tidak berfungsi, maka sudah pasti itu akan mengganggu tubuh dan organisasi. Sehingga saya perlu sampaikan hal seperti ini, sebab juga menjadi tugas pokok saya untuk membina agar seluruh OPD ini berjalan dalam jalurnya,” tuntasnya. (Erwin / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here