Hari Sagu ke – II Tahun 2018, Pemprov Papua dan Pemkab Jayapura Tanam Sagu

0
1181
Pj. Gubernur Papua Soedarmo ketika menanam bibit pohon Sagu. Insert: Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, ketika menanam bibit pohon Sagu pada peringatan Hari Sagu II Tahun 2018 sebagai tanda pencanangan penanaman 1 Juta bibit Sagu, di Dusun Sagu Kampung Kwadeware, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Kamis (21/6/2018). (Irfan /HPP)
BUPATI MATHIUS AWOITAUW TANAM SAGU. Festival bertemakan Sagu kini mulai digalakkan oleh komunitas pegiat Sagu dan masyarakat di Dusun Sagu Kampung Kwadeware, setelah sebelumnya kegiatan serupa sudah berlangsung untuk pertama kali dengan mencetuskan tanggal 21 Juni sebagai Hari Sagu dan layak menjadi destinasi wisata tahunan Papua. (Irfan/HPP)

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura menanam bibit sagu di Dusun Sagu Kampung Kwadeware, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura dalam memperingati Hari Sagu II Tahun 2018 yang dirangkai dengan Festival Sagu Kwadeware, pada Kamis (21/6/2018) pagi.

Penanaman bibit Sagu ini dilakukan secara simbolis oleh Pj. Gubernur papua Soedarmo dan Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, S.E., M.Si., sebagai bentuk pencanangan penanaman 1 Juta bibit Sagu.

Pj. Gubernur Papua Soedarmo dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih dan juga memberikan penghargaan yang tinggi kepada para pegiat Sagu dan LSM, yang telah merencanakan dan melaksankaan dengan baik Festival Sagu dalam rangka memperingati Hari Sagu II Tahun 2018.

“Tentunya acara ini merupakan acara yang sangat strategis, karena dalam rangka bukan hanya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat saja. Tapi, kegiatan ini juga untuk melestarikan dan menjaga Pohon Sagu agar terus bisa berkembang serta perlu ditingkatkan, ucapnya.

Berbicara mengenai masalah Sagu, lanjut Soedarmo mengatakan, bahwa bicara tanaman Sagu secara luas itu ada sekitar 6,5 juta hektar luasnya di dunia. Kemudian dari 6,5 juta hektar itu, di Indonesia merupakan lahan terbesar, yakni luasnya mencapai 5,5 juta hektar.

Sedangkan dari luas 5,5 juta hektar secara Nasional, untuk di Papua luasnya mencapai 4,7 hektar serta sisanya di Papua Barat, Maluku dan NTT.

Pj. Gubernur Papua, Soedarmo, ketika menabuh Tifa sebagai tanda membuka Festival Sagu Kwadeware dalam rangka memperingati Hari Sagu II Tahun 2018 di Dusun Sagu Kampung Kwadeware, Distrik Waibhu, Kabupaten Jayapura, Kamis (21/6/2018). (Irfan/HPP)

“Jadi, di Papua sendiri luasnya sudah 4,7 juta hektar ini bukan luas lahan yang sedikit. Tetapi, memang sampai saat ini lahan Sagu kita ini masih belum diberdayakan secara maksimal, masih belum di ekspor dan masih belum dikelola secara maksimal,” katanya.

Produk-produk atau hasil-hasilnya yang didapat selama ini baru yang sifatnya adalah tradisional.

“Nah, jika kita lihat dan bandingkan dengan daerah lain seperti di Kabupaten Meranti-Provinsi Kepulauan Riau, yang hanya memiliki 84 ribu hektar itu sudah bisa ekspor untuk tepung Sagu ke Jepang dan mereka juga sudah bisa mengelola jenis-jenis makanan dari Sagu dengan berbagai rasa maupun bentuk serta mereka juga sudah melakukan kerjasama dengan perusahaan Sampoerna,” imbuhnya.

 

Kalau di Papua ini, kata Soedarmo, mampu mengelola secara maksimal dan baik, maka sudah tentu hasilnya akan pasti itu lebih hebat dan besar, jika dibandingkan dengan Kabupaten Meranti di Provinsi Kepulauan Riau.

“Maka itu, mari kita bersama-sama sekarang menuju kearah sana. Ya, bagaimana kita bisa menuju atau bisa bersaing dengan Kabupaten Meranti ini. Oleh karena itu, pada hari ini (21 Juni kemarin) yang merupakan peringatan Hari Sagu Papua secara Nasional itu jangan hanya terbatas kepada acara seremonial saja,”  pintanya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here