Pada acara pembukaan Selasa (19/6/2018), Bupati Mathius dalam sambutannya mengatakan, iven Festival Danau Sentani (FDS) terus berlangsung secara terus-menerus tiap tahun tanpa henti hingga kali ini di penyelenggaraan festival ke-XI tahun 2018. (Irfan / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Wali Kota Jayapura,  Benhur Tomi Mano (BTM) mengapresiasi pelaksanaan Festival Danau Sentani (FDS) 2018 yang setiap tahunnya menunjukan adanya perubahan dalam event tersebut.

“Kami mengapresiasi apalagi ini kan ditangani oleh pihak ketiga dan menampilkan adat istiadat di Kabupaten Sentani yang beraneka ragam dan bisa diletarikan sampai ke anak cucu,” ungkap BTM di Khalkote, Sentani, Selasa (19/6/2018).

 

Hanya saja BTM memberikan masukan,  agar festival ini harus didukung oleh promosi yang intens sehingga dapat menarik pengunjung, baik wisatawan lokal hingga mancanegara.

 

“Harus ditata dengan lebih baik sehingga event ini memiliki nilai ekonomis yang lebih baik sekaligus promosi daerah, jadi peran pihak ketiga harus lebih bagus lagi. Dan kalau boleh saran, kegiatan ini dibuka lebih sore supaya entertainmen, lampu-lampunya lebih meriah,” katanya.

 

Di bagian lainnya BTM berharap festival seperti ini menjadi pintu masuk bagi wisatawan asing untuk memperkenalkan pariwisata Papua di dunia internasional.

Ilustrasi Masyarakat adat dalam sebuah FESTIVAL DANAU SENTANI tahun –
tahun sebelumnya.
(Amazing Papua Facebook)

“Saran saya agar Dinas Pariwisata Provinsi Papua membuat satu paket kegiatan yang dimulai dari Festival Teluk Humbolt, Festval Danau Sentani, lanjut ke Festival Lembah Baliem, dan mungkin bisa disinkronkan dengan Raja Ampat sehingga ini menjadi satu paket untuk wisatawan berkunjung secara marathon dalam setahun,” pungkasnya. (Lea / Koran Harian Pagi Papua)