Tujuh Suku di Pegunungan Tengah Nyatakan Sikap, Satu Hati Untuk JWW-HMS

0
756
Dukungan Untuk JWW-HMS: Perwakilan Tujuh Kepala Suku Adat Masyarakat Pengunungan Tengah Papua dan tiga perwakilan suku wilayah Adat Mamta, Saireri dan Animha yang berada di Mimika, memberikan keterangan pers di Kota Jayapura. (ISTIMEWA)
Pasangan JWW – HMS saat berkampanye di Jayawijaya. (Roy Purba/ HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Tujuh Kepala Suku Adat dari masyarakat Pegunungan Tengah Papua dan tiga perwakilan suku wilayah Adat Mamta, Saireri dan Animha yang berada di Mimika, memberikan dukungan resmi kepada pasangan nomor 2 Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, John Wempi Wetipo dan Habel Melkias Suwae (JWW-HMS).

 

Para Kepala Suku yang mengatasnamakan Pusat Pengendali Masyarakat Adat Pegunungan Tengah Papua (P2MA-PTP) Wilayah Mee-Pago Kabupaten Mimika, memberikan dukungan dengan memberikan surat pernyataan, yang rencananya diberikan langsung kepada John Wempi Wetipo, dan Melkias Habel Suwae, menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua priode 2018 -2023.

JWW – HMS bersama masyarakat adat Papua, maju sebagai calon pemimpin Negeri Cenderawasih, siap membangun dengan moto Papua Cerdas. (ISTIMEWA)

“Kami para Kepala suku 7 wilayah Adat yang tergabung dalam Lembaga Pusat Pengendalian Masyarakat Adat Pengunungan Tengah Papua yang berkedudukan di Timika sudah sepakat dan satu hati untuk mendukung No 2 JWW -HMS untuk pimpin Papua 5 tahun kedepan,” ungkapn Marthen Omaleng, Ketua LP2MA-PTP saat membacakan Surat Pernyataan dikungan kepada JWW-HMS di Jayapura, Sabtu (16/6/2018) lalu di Kota Jayapura.

 

Marthen Omaleng yang didampingi 6 Kepala Suku lainnya dan Sekretaris LP2MA- PTP lebih jauh mengatakan, mereka datang di Jayapura untuk bertemu Calon Gubernur John Wempi Wetipo untuk menyampaikan dukungan dari seluruh masyarakat adat Papua.

 

“Surat pernyataan ini yang intinya, kami yang tergabung dalam lembaga adat P2MA-PTP yang berkedudukan di Kabupten Mimika, memberikan dukungn penuh secara adat kepada JWW-HMS, sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Papua periode 2018-2023 mendatang,” katanya.

Selalu berkoordinasi dalam melakuan kegiatan. Tampak JWW – HMS saat berdiskusi sejenak dalam kegiatan kampanye di Selatan Papua. (ISTIMEWA)

Menurut Marthen Omaleng, dukungan itu diberikan lantaran, Kabupaten Mimika yang selama ini dikenal sebagai daerah konflik (perang masyarakat dengan masyarakat), merasa kurang mendapat perhatian oleh pemerintah.

 

“Kenapa konflik social masyarakat (perang suku) tak pernah diselesaikan ? itu terjadi karena pemerintah kurang peduli pada masyarakat disana,” paparnya.

 

Atas dukungan kepada JWW-HMS, lanjut Marthen, pihak kepala suku 7 wilayah yang Papua yang ada di Mimika sudah sepakat, kedepan tidak lagi terjadi perang maupun konflik social yang berkepanjangan di Papua, khususnya di Kabupaten Mimika.

 

“Kami percaya sosok JWW-HMS, kedepannya mampu menjadi alat pemersatu bagi seluruh suku bangsa yang mendiami tanah Papua. Saya juga mengajak, mari kita berdamai dan membangun Papua bersama pemerintah,” lugasnya.

 

Agar rekomendasi mereka tak sia-sia, ungkap Marthen Omaleng, pihaknya akan bekerja keras memenangkan JWW-HMS dengan cara mengajak seluruh rakyat Papua diseluruh wilayah Bumi Cenderawasih untuk memilih calon gubernur dan wakil gubernur nomor urut 2 JWW-HMS pada hari pencoblosan, yakni 27 Juni 2018.

 

 

“Saya ingin tegaskan, JWW-HMS sangat layak memimpin Papua, guna membawa perubahan bagi tanah ini. Mari kita untuk tidak ragu, karena sosok JWW-HMS, selama ini bersih dari korupsi dan selalu berada ditengah-tengah rakyat,” katanya.

 

Lain hal dengan Kepala Suku Umum Amugme yang menjelaskan, JWW–HMS yang memiliki slogan Papua Cerdas, dinilai akan mampu membangun Papua, khususnya dari sisi meningkatkan SDM orang-orang Papua dan peningkatan perekonomian masyarakat.

 

“Alasan untuk kami memberikan dukungan kepada pasangan nomor 2, karena visi dan misi yang diusung JWW-HMS ada kesamaan dengan visi dna misi Lembaga Adat yaitu untuk mengangkat harkat dan martabat orang Papua serta untuk menjadikan orang Papua tuan dinegeri sendiri,”ujarnya.

 

 

Selain itu, Ketua Dewan Pertimbangan Tunggal P2MA-PTP,Daud Nirigi menyampaikan, lembaga adat sangat serius untuk mencari figur pemimpin yang baik untuk membangun Papua. Dimana JWW-HMS sosok figur yang jujur, sehat jasmani dan rohani dan takut akan Tuhan dalam pengelolahan pemerintahan.

 

“Visi misi JWW-HMS menciptakan keamanan bagi rakyat.  Kita tahu selama ini di Timika banyak pembunuhan dan perang suku. Kenapa itu terjadi, karena pemerintah tidak pernah melihat rakyat dan menyelesaiakan masalah yang terjadi. Orang Papua harus cerdas, harus pintar supaya tidak ada lagi perang. Kami sudah bosan dan capek dengan perang, karena perang hanya membunuh orang Papua, kami harus aman dan damai. Jadi sekarang sudah sepakat semua suku di Timika akan mendukung JWW-HMS menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, karena mereka berdua menjanjikan keamanan bagi seluruh rakyat Papua,”  tambahnya. (Tim Josua)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here