KPUD Mamteng Gelar Sosialisasi Pemungutan dan Penghitungan Suara

0
454
Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy mengatakan,  sosialisasi ini dilakukan sebab Kabupaten Mamberamo Tengah, merupakan salah satu dari empat kabupaten yang Pilkadanya hanya diikuti satu pasangan calon bupati dan wakil bupati. Tampak Masyarakat saat melakukan praktek penghitungan surat suara., (ISTIMEWA)
Ketua KPUD Mamberamo Tengah, Steven Payokwa (dua dari kanan) mendampingi Ketu KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy (paling kiri) turun langsung melakukan sosialisasi tata cara pemungutan dan penghitungan suara. (ISTIMEWA)

WAMENA (LINTAS PAPUA)  – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD)  Mamberamo Tengah (Mamteng) menggelar simulasi tata cara pemungutan dan penghitungan suara dalam rangka Pilkada yang akan berlangsung di kabupaten itu, 27 Juni mendatang.

Simulasi yang diikuti masyarakat dari empat distrik masing-masing Ilugwa, Kelila, Eragayam dan Kobakma itu dipusatkan di Distrik Ilugwa Kabupaten Mamberamo Tengah, Rabu (13/6).

Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy berkesempatan hadir langsung dalam simulasi tersebut didampingi Ketua KPU Mamberamo Tengah, Steven Payokwa dan empat komisioner lainnya.

Pada kesempatan itu, komisioner KPU Mamteng, Darus dan Natalis Walela secara bergantian memberikan penjelasan masyarakat bagaimana mereka menggunakan haknya untuk memilih mulai dari membawa formulir c1 dan mencoblos hingga pada penghitungan surat suara.

Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy mengatakan,  sosialisasi ini dilakukan sebab Kabupaten Mamberamo Tengah, merupakan salah satu dari empat kabupaten yang Pilkadanya hanya diikuti satu pasangan calon bupati dan wakil bupati.

“Satu pasangan calon menjadi salah satu bagian yang harus dilakukan sosialisasi karena disana ada kolom bergambar dan kolom kosong. Disini kami menyampaikan maksud dari kolom bergambar dan kolom kosong  kepada masyarakat, sebab kedua-duanya memiliki makna yang sama,” ujarnya.

“Kalau masyarakat memilih kolom gambar lebih banyak, 50+1 maka kolom bergambar yang menang, sebaliknya jika masyarakat lebih banyak memilih kolom kosong, maka Pilkada batal dan direncanakan untuk pemilihan ulang,” tambahnya.

Ia memberikan apresiasi kepada masyarakat yang langsung bisa memahami proses tata cara pemungutan dan penghitungan suara. “Saya harap, masyarakat yang sudah mengikuti sosialialisasi, setelah kembali ke kampung mereka masing-masing bisa melanjutkan ke masyarakat lainnya,” ucapnya.

Ia berharap nantinya masyarakat Mamberamo Tengah bisa datang beramai-ramai ke TPS pada 27 mendatang untuk menyalurkan hak suara. Entah mau memilih gambar maupun kotak kosong adalah hak mereka. Hanya saja dalam waktu lima menit di bilik suara, apa yang mereka pilih menentukan nasib Kabupaten Mamberamo Tengah, lima tahun ke depan.

Ketua KPU Mamberamo  Tengah, Steven Payokwa, memberikan apresiasi kepada ketua KPU Papua yang sudah turun langsung memberikan sosialisasi kepada masyarakat di  Mamberamo Tengah.

Ia mengatakan, pihaknya akan bekerja keras agar sosialisasi dari  simulasi tata cara pemungutan dan penghitungan suara dapat sampai ke masyarakat di kampung-kampung tentunya dengan  melibatkan PPD dan PPS.  sebab merekalah penggerak di lapangan.

“Kami KPU akan terus bekerja sama dengan PPD dan PPS dalam melakukan sosialisasi sehingga seluruh masyarakat  Mamberamo Tengah bisa menyalurkan hak suaranya pada 27 Juni mendatang,” imbunya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here