Dua kandidat Gubernur Papua, Lukas Enembe – Klemen Tinal mendapatkan nomor 1 dan John Wempi Wetipo – Habel Melkias Suwae mendapatkan nomor 2 dalam pencabutan nomor urut di halaman KPU Papua, Rabu (21/2/2018). Bersepakat Laksanakan Kampanye Damai. (Rambat / Koran Harian Pagi Papua)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Pilkada serentak yang digelar 27 Juni 2018 mendatang tinggal beberapa hari lagi. Ikatan Cendekiawan Muda (ICM) Papua ikut memberikan imbauan agar masyarakat tetap semangat dalam memberikan dukungan suara dengan sebaik-baiknya.

 

Mewakili ICM Papua, I. Madjid dalam press rilisnya mengatakan bahwa Pilkada serentak memberikan pelajaran yang baik bagi masyarakat dalam menjunjung tinggi demokrasi Indonesia, khususnya di tanah Papua.

 

Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa Se-Nusantara  (BEM-NUS) ini pun mengimbau agar masyarakat dapat menggunakan hak suara sebaik-baiknya demi kemajuan tanah Papua 5 (lima) tahun mendatang.

 

“Atas nama Ikatan Cendekiawan Muda Papua, kami sangat berharap agar masyarakat dapat memilih sesuai dengan pilihannya, berkunjung ke TPS pada saat tiba hari H, dan jangan terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang sengaja merusak citra demokrasi di atas Tanah Papua. Jadi, Pilkada di tanah Papua, Kandidatnya orang Papua, yang pilih juga warga Papua dan tentunya demi harkat dan martabat kehidupan seluruh lapisan warga Papua” imbaunya.

 

Selanjutnya, Wakil Ketua ICM Papua ini pun mengatakan tidak bisa menampik dari fakta demokrasi sekarang ini bahwa setiap perhelatan politik di tanah air justeru rawan dengan kecurangan, money politic dan black campaign.

 

Terkait dengan hal ini, dirinya mengakui bahwa kerawanan tersebut justeru banyak terjadi di setiap daerah yang sangat rentan dengan kesenjangan sehingga pemilih justeru cenderung pragmatis.

 

“Fakta politik sekarang, pilihan masyarakat lebih pada figur mana yang muncul tidak hanya memberikan pencerahan pada rakyat apa yang dirasakan saat ini dan dipikirkan ke depan, maka bagi ICM Papua tugas untuk memberikan pendidikan politik yang sehat adalah tanggungjawab bersama, mulai dari kalangan politisi, akademisi, aktivis, tim sukses dan berbagai komunitas lainnya,” jelasnya.

 

Oleh karena itu, dalam pandangan ICM Papua masih optimis atas pilihan masyarakat adalah terbaik, dan demokrasi di tanah Papua dapat menjadi barometer demokrasi Indonesia yang lebih baik dan berkualitas ke depan.

 

“Dan yang jelas sikap ICM Papua benar-benar menjaga netralitas, independensi dan tidak mengintervensi antar personal, biarkan masyarakat membuat perbandingan dan menentukan sendiri siapa kandidat terbaiknya.” Tutup pria kelahiran bulan Juni ini. (JRP / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)