SENTANI (LINTAS PAPUA)  –  Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Sang Penebus Sentani turut membantu mengamankan situasi pelaksanaan Sholat Ied Idul Fitri 1439 Hijriyah, di Masjid Agung Al-Aqsha Kota Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (15/6/2018) lalu.

 

Para OMK dari Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Sentani yang dibantu oleh petugas keamanan gabungan dari Polri dan TNI, Satpol-PP dan petugas keamanan Masjid setempat bersatupadu meningkatkan sinergitas dalam pengamanan Sholat Ied.

 

Pastor Paroki Hendrikus Nahak, Ofm yang memimpin langsung jalannya pengamanan pelaksanaan Sholat Ied Idul Fitri 1439 H ini mengatakan, membantu menjaga keamanan dalam pelaksanaan Sholat Ied Idul Fitri ini adalah satu bentuk toleransi antar umat beragama.

 

“Kami saling menjaga tidak hanya pada saat hari raya saja, tetapi dalam setiap kegiatan kami bersatupadu baik kegiatan keagamaan maupun acara dar ummat Muslim maupun umat Nasrani, dan ummat lainnya. Termasuk waktu hari raya Natal yang lalu kita giliran umat lain yang membantu kami juga dalam menjaga keamanan,” jelasnya.

 

Apalagi hidup dalam satu lingkungan heterogen dengan berbagaimacam latar belakang yang berbeda. Sehingga sikap saling bantu membantu dan saling menghargai sangat diperlukan untuk menciptakan kenyamanan dan keharmonisan.

 

Rukun itu sungguh indah, dan hal itu harus mengalir keluar dari hati yang ikhlas. Kita sudah tahun keempat ini menjalin kerjasama membina kerukunan, dan itu sungguh-sungguh menjadi sebuah ekspresi dalam keberagaman kita, untuk saling menghargai dan juga saling menghormati, katanya.

Apalagi Pemerintah Kabupaten Jayapura, kata Pastor Hendrikus, sudah mencanangkan zona integritas kerukunan sejak tiga tahun lalu. Dan, itu menjadi sebuah landasan yang kuat bagi kita untuk membangun keberagaman, terutama untuk membina kerukunan hidup bersama, kata Pastor Hendrikus lagi.

 

“Bersama pengurus Masjid Agung Al-Aqsha dalam hal ini pak Nurdin, kami sudah empat tahun ini menjalin kerjasama antara Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Sentani dengan Masjid Agung Al-Aqsha ini, maka itu kami ingin terus mempertahankan dan juga meningkatkan kualitas dari segi membangun kerukunan. Jadi kita tidak hanya simbolis saja. Tapi sungguh kita ingin menunjukkan, bahwa kita dalam keberagaman ini sungguh-sungguh menciptakan sebuah toleransi hidup yang bermutu,” tambahnya.

 

“Menjaga keharmonisan dalam satu lingkungan yang beragam bukan perkara yang sulit. Menurut Pastor Hendrikus, keharmonisan dan ketenteraman itu muncul dari diri sendiri.

Kita ini sama, jangan liat latar belakang orangnya mau beragama apa, sukunya apa, asalnya dari mana, hilangkan semua hal itu jangan jadikan itu sebagai pemisah dalam kehidupan ini, kita adalah sodara,” tegasnya.

 

Diimbau khususnya kepada ummat Katolik, mari kita menjadi pilar-pilar untuk membangun kedamaian dan kerukunan bersama. Tentu saja, untuk membangun kerukunan itu membutuhkan sikap-sikap sebagai pondasi-pondasi kita seperti sikap saling menghargai dan juga saling menghormati.

 

Hal ini sudah terwujud bersama dengan teman-teman dari masjid Agung Al-Aqsha, kami juga sangat apresiasi Pemkab Jayapura dalam hal ini bapak Wakil Bupati ada bersama di tengah-tengah kita dan kita didukung penuh oleh program pemerintah daerah untuk membangun kerukunan bersama tersebut, tukasnya.

 

Sementara itu, Nurdin Syanmas selaku Ketua Takmir Masjid Agung Al-Aqsha Sentani menyampaikan, ucapan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura dan lebih khusus Orang Muda Katolik (OMK) dari Gereja Katolik Paroki Sang Penebus Sentani yang telah mendukung ikut menjaga keamanan Masjid Agung Al-Aqsha Sentani dari pelaksanaan kegiatan ibadah di bulan suci Ramadhan hingga pelaksanaan Sholat Ied idul Fitri 1 Syawal 1439 H ini.

 

“Saya ucapkan terima kasih, dan saya juga sangat terharu melihat Romo (Pastor Hendrikus) yang turun langsung memimpin anak-anaknya untuk menjaga keamanan pelaksanaan Sholat Ied Idul Fitri 1439 Hijriyah ini. Sehingga kami komitmen untuk selalu menjaga kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Jayapura,” ucapnya. (Irfan / Koran Harian Pagi Papua)