Goyang Patola Heboh, Pemerintah Atas Nama FDS XI 2018  Minta Maaf Kepada Masyarakat

0
1541
#STOPGOYANGPATOLA
Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si. (Irfan /Koran Harian Pagi Papua)

Bupati Mathius Akui Aksi Goyang Patola Ini Tidak Ada Dalam Rundown Acara dan Kadis Pariwisata Minta Maaf

SENTANI (LINTAS  PAPUA) – Suguhan tarian atau goyang Patola yang dilakukan oleh puluhan anak-anak pada malam hari di atas panggung utama dari pelaksanaan iven Festival Danau Sentani (FDS) ke-XI tahun 2018, yang berlangsung di Kawawasan Wisata Pantai Khalkote, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Selasa (19/6/2018) malam lalu menjadi heboh dan viral di media sosial (Medsos).

 

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, mengaku baru mengetahui mengenai adanya goyang Patola di iven FDS kali ini. Orang nomor satu di Kabupaten Jayapura tersebut selama ini sangat menggaungkan dan bertekad membangun Bumi Khenambay Umbay sebagai daerah dengan pusat destinasi wisata.

Dia juga mengaku baru mengetahui adanya goyang Patola yang menghebohkan itu saat iven FDS berlangsung. Selain itu, kata Bupati Mathius, bahwa aksi goyang Patola ini spontanitas yang diinisiasi oleh pembawa acara atau MC pada iven FDS, sehingga tidak ada dalam rundown acara pelaksanaan iven FDS.

 

 

“Saya juga baru tau ada goyang Patola ini di FDS. Jadi, aksi goyang Patola ini hanya spontanitas dan tidak ada dalam rundown atau jadwal acara secara resmi,” kata Mathius Awoitauw, ketika dikonfirmasi Harian Pagi Papua via telepon seluler, Rabu (20/6/2018) malam.

 

Ketika ditanya komentar lebih jauh?, Mathius memastikan iven FDS ke-XI tahun 2018 tidak akan keluar dari makna budaya yang ada di wilayah Danau Sentani. Karena di iven FDS ini ada beberapa kegiatan yang baru dilakukan diantaranya pameran kuliner lokal, pentas budaya asli Sentani dan juga sejumlah kegiatan budaya lainnya.

Pada acara pembukaan Selasa (19/6/2018), Bupati Mathius dalam sambutannya mengatakan, iven Festival Danau Sentani (FDS) terus berlangsung secara terus-menerus tiap tahun tanpa henti hingga kali ini di penyelenggaraan festival ke-XI tahun 2018. (Irfan / HPP)

Mathius mengaku aksi Goyang Patola di iven FDS ini merupakan inisiasi dari pembawa acara, karena kebetulan ada waktu kosong saat itu. Sebab, selain menghebohkan, Goyang Patola tersebut menjadi viral di media sosial (Medsos).

 

 

“Saya berharap aksi Goyang Patola ini tidak dibesar-besarkan, karena aksi ini tidak ada dalam rundown acara FDS ke-XI tahun 2018 ini. Saya yakin pasti ada orang-orang yang sengaja membuat Goyang Patola ini menjadi heboh di medsos,” ujar Mathius yang mengaku kecewa dengan kejadian tersebut.

 

Sementara itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Jayapura melalui Kepala Dinas Pariwisata Chris K. Tokoro, begitu memperoleh laporan atau informasi tersebut langsung angkat bicara.

 

Kadis Pariwisata Chris K. Tokoro kepada wartawan harian ini melalui pesan elektroniknya mengaku,  aksi Goyang Patola tersebut tidak ada dalam rundown acara, namun terjadi secara spontanitas yang diinisiasi oleh pembawa acara atau MC.

Ilustrasi Masyarakat adat dalam sebuah FESTIVAL DANAU SENTANI tahun –
tahun sebelumnya.
(Amazing Papua Facebook)

“Bahkan pihaknya menyampaikan,  permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura atas aksi goyangan tersebut.

 

“Jadi, aksi goyang Patola ini bukan jadwal acara, atau di luar dari rundown acara FDS. Hal ini terjadi secara spontanitas. Saat mereka sudah beraksi goyang di atas panggung baru kita menyadarinya, namun berselang beberapa menit kemudian kita langsung hentikan aksi goyangan tersebut,” imbuh Chris Tokoro.

 

“Untuk itu, kami atas nama panitia FDS meminta maaf kepada masyarakat adat di Tanah Papua ini, terlebih khusus kepada masyarakat di Tanah Tabi atas kesalahan ini dan aksi goyangan ini tidak akan dilakukan lagi,” ujarnya mengakhiri perbincangan dibalik telepon selulernya. (Irfan / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here