JAYAPURA (LINTAS PAPUA) – Rencana masuknya kapal cepat KM Fajar Indah dengan rute Jayapura – Mamberamo Raya, diminta agar tidak dihalang-halangi atau ditolak dengan alasan apapun untuk melayani masyarakat di daerah tersebut.

 

Anggota DPR Papua, Yotam Bilasi meminta Bupati Mamberamo Raya untuk memanggil kepala dinas perhubungan itu mempertanggungjawabkan pernyataannya terkait penolakan KM Fajar Indah tersebut.

 

“Jadi, Pak Bupati segera panggil kepala dinas perhubungan karena sudah mengeluarkan statemen bahwa masyarakat adat yang sudah menyatakan mereka menolak kapal Fajar Indah,“ kata Yotam Bilasi via telepon selulernya, Sabtu (9/6/2018).

 

Sebab, kata Yotam Bilasi, kehadiran kapal cepat itu tentu menjadi solusi transportasi laut dan sungai bagi masyarakat Mamberamo Raya yang sudah sejak dulu mendambakan transportasi yang murah dan ada pilihan moda transportasi.

 

“Jadi, masyarakat Mamberamo Raya ini sudah lama menderita. Entah 2 kapal atau 5 kapal, harusnya dipersilahkan masuk saja, tidak perlu ditolak,“ tandasnya.

 

Apalagi, lanjut Yotam Bilasi, kapal cepat KM Fajar Indah itu sudah ada ijin dari pusat maupun telah diserahkan ke provinsi.

 

“Saya sudah ketemu kepala dinas perhubungan provinsi, beliau sampaikan surat ijin untuk Fajar Indah itu ada dan lengkap. Hanya saja, jangan dihambat, supaya pak bupati panggil pak kadis perhubungan harus ijinkan kapal itu,“ katanya.

 

Soal pernyataan kadis perhubungan Mamberamo Raya yang menyatakan masyarakat adat menolak kapal itu, Yotam Bilasi justru mempertanyakan buktinya.

 

“Itu harus jelas. Masyarakat adat siapa yang tolak. Itu tidak ada. Bahkan, LMA Mamberamo juga tidak buat pernyataan itu,“ tandasnya.

 

Sebagai anggota DPR Papua dari daerah Pengangkatan Seireri, termasuk Kabupaten Mamberamo Raya, Yotam Bilasi meminta kepada agar KM Fajar Indah itu diijinkan masuk ke Mamberamo Raya.

 

Saat ini, KM Chantika yang telah lebih dulu masuk melayani rute ke Mamberamo Raya, telah turun harga tiketnya dari Rp 410 ribu menjadi Rp 275 ribu.

 

“Mestinya, Pemkab Mamberamo Raya bersyukur, karena ada kapal cepat masuk. Otomatis harga tiket akan turun. Saya jamin itu, tiket kapal cepat bisa turun  lagi menjadi Rp 150 ribu. Dan, ini dampaknya masyarakat juga dapat semakin menjangkau dan diharapkan harga kebutuhan di Mamberamo bisa turun juga. Saya yakin jika masyarakat juga akan menerima ini,“ imbuhnya. (*)