Yonif 501 Amankan Dua Oknum Warga PNG Pembawa Vanili Ilegal

0
74
Dua oknum pembawa vanili ilegal saat diamankan Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad. (ISTIMEWA)
Dua oknum pembawa vanili ilegal saat diamankan Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad. (ISTIMEWA)

KEEROM (LINTAS PAPUA)  –  Walaupun sedang menjalankan ibadah Puasa Ramadhan, tak jadi penghalang bagi Satgas Yonif Para Raider 501 Kostrad untuk tetap melaksanakan pemeriksaan terhadap setiap masyarakat yang melintasi Pos Jaga Perbatasan.

 

Terbukti, Satgas 501 Kostrad berhasil mengamankan 2 orang oknum warga negara Papua New Guinea (PNG) yang memanfaatkan momentum bulan Ramadhan dengan mencoba menyelundupkan Vanili ilegal ke wilayah negara Indonesia seberat 3 Kg, pada Selasa (5/6).

Penangkapan dua oknum pembawa vanili ini menurut Dansatgas YPR 501 Kostrad, Letkol Inf. Eko Antoni Chandra. L, melalui release yang disampaikan Satgas, disebutkan berinisial SB dan JO. Keduanya berasal dari Vanimo, Papua New Guinea.

‘’Jadi JO dan SB ini berhasil diamankan Satgas 501 Kostrad saat sedang melintas di depan Pos Jaga Perbatasan dari arah negara PNG menuju Indonesia. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan Vanili tanpa dilengkapi dokumen resmi seberat 3 Kg di dalam tas yang dikenakan oleh SB Dari keterangan kedua tersangka, Vanili tersebut rencananya akan mereka jual kembali di daerah Jayapura,’’ungkapnya dalam ralese tersebut.

Ditambahkan,  bahwa atas penangkapan ini selanjutnya pihak Satgas berkoordinasi dengan Sukiman, petugas Karantina Pertanian kota Jayapura untuk menyerahkan tersangka JO dan SB beserta barang bukti Vanili seberat 3 Kg.

Sukiman selanjutnya mengucapkan terima kasih kepada Satgas 501 Kostrad karena telah membantu pihak Karantina dalam mencegah keluar masuknya barang barang ilegal ke negara Indonesia.

Disebutkan kedua tersangka telah melanggar pasal 5 Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina hewan ikan dan tumbuhan (KHIT). Disamping itu, dalam pasal 31 Undang Undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina hewan ikan dan tumbuhan (KHIT) dijelaskan bahwa barang siapa yang dengan sengaja melanggar ketentuan yang disebut didalam pasal 5 tersebut, dipidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp. 150.000.000,- (Seratus lima puluh juta rupiah).

Sementara itu, Dansatgas 501 Kostrad menghimbau,  kepada seluruh masyarakat perbatasan agar selalu mentaati aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Karena setiap peraturan yang dikeluarkan oleh pemerintah telah Berkekuatan Hukum Tetap (KHT).

‘’Artinya, apabila aturan tersebut dilanggar maka akan ada sanksi Hukum yang menjeratnya,’’pungkasnya. (ARIF / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)