Pemkab Jayapura Bantu Hunian Korban Banjir  Kampung Ambora

0
133
Foto Bersama Bupati Jayapura dan Kapolres Jayapura. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, membangun rumah kopel sebagai hunian sementara bagi korban banjir dan tanah longsor di Kampung Ambora, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura yang tempat tinggalnya amblas atau rusak berat, sehingga arus mengungsi. (Irfan/HPP)
Bangunan untuk membantu warga yang terkena bencana longsor dan banjir. (Irfan / HPP)

SENTANI (LINTAS PAPUA) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, membangun rumah kopel sebagai hunian sementara bagi korban banjir dan tanah longsor di Kampung Ambora, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura yang tempat tinggalnya amblas atau rusak berat, sehingga arus mengungsi.

 

“Sehubungan dengan adanya bencana banjir dan tanah longsor di Distrik Demta pada tanggal 1 sampai 2 Juni 2018 lalu, yang mengakibatkan terganggunya aktivitas sosial masyarakat,”  kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Jayapura, Drs. Sumartono, dalam sambutannya pada acara peresmian penggunaan bangunan hunian sementara bagi korban bencana banjir dan tanah longsor oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, Sabtu (9/6) lalu.

Peresmian penggunaan bangunan hunian sementara bagi korban bencana banjir dan tanah longsor oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, S.E., M.Si, Sabtu (9/6/2018) pekan lalu. (Irfan /HPP)

 

Adapun dampak dari bencana tersebut, antara lain terdapat enam titik jalan Sentani-Demta mengalami kerusakan, jalan tertimbun tanah longsor, dua unit jembatan rusak berat, rumah warga terendam banjir dan lumpur material tanah longsor, sekolah satu unit serta rumah guru dua unit tertimbun longsor dan Gedung Serba Guna (GSG) di Kampung Muris Besar alami kerusakan berat.

 

Akibatnya, kata Sumartono, beberapa keluarga tidak dapat menempati rumahnya akibat terendam lumpur dan material longsor yang masuk dalam rumah-rumah warga dan juga kerusakan perabotan rumah tangga, akses jalan masyarakat Sentani-Demta terganggu, guru-guru kehilangan tempat tinggal serta aktivitas belajar mengajar di SD Kampung Amborra terganggu.

Foto Bersama Bupati Jayapura dan Kapolres Jayapura. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura melalui Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jayapura, membangun rumah kopel sebagai hunian sementara bagi korban banjir dan tanah longsor di Kampung Ambora, Distrik Demta, Kabupaten Jayapura yang tempat tinggalnya amblas atau rusak berat, sehingga arus mengungsi. (Irfan/HPP)

“Upaya yang telah dilakukan pada saat massa tanggap darurat, yakni kami dari BPBD Kabupaten Jayapura melakukan koordinasi dengan instansi terkait. Maka berdasarkan hasil koordinasi tersebut, BPBD mengusulkan penanganan yang cepat dan tepat, guna mencegah dan mengurangi resiko akibat bencana yang lebih besar serta penanganan korban bencana, katanya.

 

Upaya yang telah kita lakukan pada masa transisi darurat ke pemulihan, yakni kita membuat (bangun) barak atau hunian sementara sebanyak 34 unit untuk korban banjir dan longsor dari warga Kampung Amborra yang rumahnya rusak berat, yang saat ini telah selesai di bangun dan siap di huni, katanya. (Irfan / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)