Masjid Agung Biak Galakkan Iktikaf Terakhir Ramadhan

0
80
iLUSTRASI masjid agung cotabato atau masjid sultan hasanah bolkiah di Filipinan (www.republika.co.id)
iLUSTRASI masjid agung cotabato atau masjid sultan hasanah bolkiah di Filipinan (www.republika.co.id)

BIAK (LINTAS  PAPUA)  – Pengurus Takmir Masjid Agung Baiturahman Kabupaten Biak Numfor, Papua menggalakkan program iktikaf dalam 10 hari terakhir Ramadhan 1439 Hijriah.

“Selama melaksanakan iktikaf di masjid, umat muslim dianjurkan untuk terus memperbanyak doa, membaca ayat suci Al Quran, shalat malam atau zikir yang dapat memperkaya nilai keimanan iman dan ketakwaan di penghujung bulan Ramadhan,” kata Seksi Dakwah Masjid Agung Baiturahman Kabupaten Biak Numfor Tajuddin Nur di Biak, Selasa malam.

Ia mengatakan melakukan iktikaf pada 10 hari terakhir Ramadhan merupakan bentuk pengamalan ajaran sunnah Nabi Muhammad SAW.

Tajuddin mengakui setiap jamaah berkeinginan untuk mendapatkan malam lailatulkadar yang memiliki keistimewaan lebih baik dari 1000 bulan.

Malam lailatulkadar, lanjutnya, satu malam yang penuh dengan kemuliaan, keagungan, dan tanda-tanda kebesaran Allah karena malam itu merupakan permulaan diturunkannya Al Quran.


“Lailatulkadar penuh dengan seluruh kebaikan dan keberkahan, selamat dari segala kejahatan dan keburukan apapun, setan-setan tidak mampu berbuat kerusakan dan kejahatan sampai terbit fajar di pagi harinya,” ungkap mantan Ketua MUI Biak Ustad Muhammad Adnan.

Kegiatan iktikaf di masjid setempat diikuti belasan umat Islam dipimpin imam shalat tarawih Dr Aidi Syam.

Hingga Selasa malam, memasuki malam 21 Ramadhan 1439 Hijriah sejumlah masjid dan mushalla lainnya di daerah itu juga mengelar program iktikaf diisi dengan tadarusan Al Quran, shalat malam, doa, zikir, dan sedekah. (ANT  / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)