Jelang Hari Raya Idul Fitri, Pemkot Jayapura Pastikan Kesediaan Sembako

0
228
Wali Kota juga mengajak masyarakat terutama yang berada di area pasar murah agar mengkonsumsi telur ayam merk dagang Mahkota produksi Kota Jayapura. Stok telur ayam tersebut diklaimnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat bahkan diekspor ke kabupaten lain di Papua. Suasana Wali Kota BTM di Pasar Murah Imbi Kota Jayapura. (Humas Setda Kota Jayapura)
Wali Kota juga mengajak masyarakat terutama yang berada di area pasar murah agar mengkonsumsi telur ayam merk dagang Mahkota produksi Kota Jayapura. Stok telur ayam tersebut diklaimnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat bahkan diekspor ke kabupaten lain di Papua. Suasana Wali Kota BTM di Pasar Murah Imbi Kota Jayapura. (Humas Setda Kota Jayapura)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kota Jayapura, Bulog Divre Papua-Papua Barat pada pasar murah sambut Ramadhan 1439 H, pastikan ketersediaan stabilitas sembilan bahan pokok.

 

“TPID telah melakukan pengawasan di lapangan dan stabilitas sembilan bahan pokok, yang dijamin ketersediaannya dan harganya, mari dukung produksi lokal untuk bawang merah Koya Timur, Koya Barat dan Arso, serta telur ayam yang sekarang Kota Jayapura sudah mensuplai sendiri bahkan diekspor ke 28 kabupaten di Papua,” kata Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM membuka pasar murah yang berlangsung dari 6-8 Juni 2018 di taman Imbi Jayapura Utara, Rabu 6 Juni 2018.

 

Wali Kota berharap, Pjs Gubernur Papua melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua dan Kota Jayapura, untuk dapat menertibkan harga bawang merah import dari Surabaya yang di bawah harga produksi Kota Jayapura dan Provinsi Papua. Harga bawang merah lokal mencapai Rp 55000 dibandingkan kualitas bawang merah Surabaya yang lebih bagus namun harganya di bawahnya.

 

Wali Kota juga mengajak masyarakat terutama yang berada di area pasar murah agar mengkonsumsi telur ayam merk dagang Mahkota produksi Kota Jayapura. Stok telur ayam tersebut diklaimnya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat bahkan diekspor ke kabupaten lain di Papua.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia,  Joko Supratikto, didampingi Wali Kota Jayapura, dalam sebuah kegiatan operasi pasar. (Fransisca)

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua, Joko Supratikno mengatakan bahwa pasar murah merupakan intervensi menanggulangi harga pasar. Bulan Mei 2018 Provinsi Papua mengalami inflasi cukup tinggi sebesar 0,79%, lalu untuk periode komulatif bulan Januari-Mei 2018 sebesar 2,78%.

 

“Secara nasional Kota Jayapura menduduki peringkat ketujuh inflasi di bulan Mei 2018, maka perlu menjadi kewaspadaan dalam mengendalikan harga-harga di Kota Jayapura dan Provinsi Papua, kemungkinan juga bulan Juni, inflasi akan mengalami kenaikan karena kebutuhan meningkat di hari raya,” katanya.

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano MM., saat membawakan sambutan pada acara Pasar Murah. (Fransisca /LP)

Pasar murah tersebut menampilkan 24 stand dengan berbagai komoditas seperti aneka sayur-mayur, makanan olahan, daging sapi, daging ayam, aneka ikan laut, beras dan kebutuhan pokok lain. Metode pembayaran pasar murah tersebut sama dengan tahun lalu yakni non tunai.

Penggunaan non tunai melayani debit ATM dan E-Money dari pihak perbankan seperti BRI, BNI, Bank Papua dan Bank Mandiri. “Instrmen non tunai ini yang dapat mengatasi kelemahan seperti pemalsuan uang, juga lebih praktis dari segi transaksi biaya handling pemegang kas yang ditanggung perbankan dan BI, juga mengurangi biaya pencetakan uang, transaksi di pasar murah kami dorong untuk pengeluaran dan penerimaan non tunai,” katanya. (HUMAS SETDA KOTA JAYAPURA)