Pelintas Batas PNG Ingin Pulang ke Papua

0
122
Keceriaan Warga Jayapura bersama perayaan HUT Kemerdekaan Papua New Guinea di Kota Jayapura beberapa waktu lalu. (Eveerth Joumilena / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pelintas batas yang kini bermukim diberbagai kawasan di negara tetangga Papua Nugini (PNG) menyatakan keinginannya untuk kembali ke kampung halaman di Papua.

Keinginan itu sering kali diungkapkan para pelintas batas melalui keluarga maupun saat bertemu mereka yang sedang berkunjung ke kampung halamannya di Arso, Kabupaten Keerom, kata Kepala Biro Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Pemprov Papua, Suzana Wanggai,  kepada Antara di Jayapura, Senin Pekan lalu..

Dikatakan, akhir April lalu beberapa pelintas batas yang sedang berkunjung ke Arso menyampaikan keinginannya untuk difasilitasi agar bisa kembali ke kampung halaman yang berada di perbatasan RI-PNG.

“Memang dalam pertemuan yang dilakukan secara informal mereka (para pelintas batas) menyampaikan keinginannya kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan sanak keluarga yang sempat terpisah puluhan tahun,” kata Susi (panggilan akrab Suzana) seraya menambahkan, keinginan tersebut segera disampaikan kepada pejabat gubernur.

Ketika ditanya berapa banyak pelintas batas asal Papua yang ingin kembali, Suzana Wanggai belum dapat memastikan jumlahnya karena mereka bermukim tersebar dibeberapa provinsi di PNG.

“Belum dipastikan berapa banyak jumlah mereka karena tersebar dibeberapa provinsi,” kata Wanggai seraya mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan semua pihak agar keinginan mereka terwujud.

Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Luar Negeri, Suzana Wanggai, dalam sebuah kegiatan Perayaan HUT Kemerdekaan Papua New Guinea di Kota Jayapura. (Eveerth Joumilena / HPP)

Suzana Wanggai mengatakan, terakhir kali Pemprov Papua menerima kembali pelintas batas tahun 2013 dan kini mereka hidup ditengah tengah keluarganya di Papua.

Wilayah di Papua yang berbatasan dengan PNG yakni Kota Jayapura, Kabupaten Keerom, Merauke, Boven Digul, Mappi dan Kabupaten Pegunungan Bintang. (ANT / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)