Kunci Keberhasilan Vaksinasi Measles Rubella

0
212
Kepala Dinas Kesehatan Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes. (GMR)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Pemerintah Provinsi Papua menilai koordinasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan provinsi setempat dengan sektor lain/lintas sektor merupakan kunci keberhasilan pelaksanaan (MR) untuk menangkal penyakit campak dan rubella “Peran serta lintas sektor pemerintahan adalah kunci untuk menyukseskan imunisasi massal Campak dan Rubella.

 

“Fase kedua yang menyasar satu juta anak di seluruh propinsi Papua,” kata penjabat Gubernur Papua, Soedarmo, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat Anni Rumbiyak disela-sela pembukaan Pertemuan Lintas Sektor Sosialisasi Imunisasi Massal Campak dan Rubella Fase 2 di salah satu Hotel ternama di Jayapura, Selasa.

Dalam sambutannya Gubernur, Anni mengatakan kesuksesan imunisasi Campak dan Rubella Fase pertama yang dilakukan di seluruh pulau Jawa pada Agustus September 2017 tidak lepas dari peran serta dan dukungan seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Peran serta lintas sektor sangat dibutuhkan dalam hal ini, mengingat berbagai kendala yang sudah dipaparkan dan berkaca pada pengalaman Fase satu, dimana lintas sektor memegang peran penting dalam mencapai target,” kata Anni.

Imunisasi massal Campak dan Rubella fase kedua akan dilaksanakan pada 1 Agustus sampai dengan 31 September 2018 mendatang.

Anni mengatakan, sekitar satu juta anak berusia sembilan bulan sampai kurang dari 15 tahun akan menjadi sasaran vaksin Campak dan Rubella di Provinsi Papua. Hampir seluruh kabupaten di Provinsi Papua dinyatakan sebagai daerah yang rentan risiko dan atau sangat rentan risiko, karena faktor akses yang terbatas.

Kampanye Imunisasi Campak dan Rubella di Papua ini, kata dia, merupakan bagian dari program nasional di 28 provinsi diluar pulau Jawa, yang menyasar sekitar 32 juta anak.

“Kegiatan ini merupakan tahap kedua imunisasi Campak dan Rubella yang sebelumnya ( tahap pertama) telah dilaksanakan pada bulan Agustus dan September 2017, di seluruh pelosok pulau Jawa yang berhasil menyasar sekitar 35 juta anak,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengeliminasi Campak dan mengendalikan Rubella pada tahun 2020. Terkait imunisasi massal Campak dan Rubella, pemerintah telah menetapkan target capaian nasional 95 persen dengan ketentuan tidak ada daerah yang berada di bawah angka capaian 80 persen untuk memastikan keberhasilan kampanye ini.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, drg. Aloysius Giyai, M.Kes.,  menyatakan seluruh lapisan masyarakat harus dapat mengatasi tantangan akses dan geografis propinsi Papua yang selama ini telah menghambat program serupa.  “Harus ada rasa tanggung jawab dari masing-masing keluarga. Semua pihak harus ikut menyuarakan dan mengkampanyekan, sehingga tidak ada lagi alasan tantangan klasik akses dan geografis di Papua, kami harapkan (hasilnya) diatas 95 persen kita juga mampu melindungi setiap anak dari Campak dan Rubella,” kata Aloysius.

Dinas Kesehatan Provinsi Papua akan melaksanakan pemberian imunisasi ini di 380 Puskesmas dan seluruh Posyandu dan TK/PAUD di Papua. Selain itu, pemberian imunisasi akan menyasar ke 2.547 SD/MI, 672 SMP/MTs dan 13 Sekolah Luar Biasa.

Aloysius menjelaskan, penyakit Rubella terkadang tidak menunjukkan tanda-tanda signifikan atau jelas pada anak. Akan tetapi, jika dilakukan pencegahan sejak dini dapat menghindarkan anak dari kebutaan, kepala kecil, katarak hingga gangguan pendengaran.

Sementara itu, untuk campak, lanjut Aloysius, jika tidak dilakukan pencegahan sejak awal dapat menyebabkan anak terkena radang paru, radang otak, kebutaan hingga gizi buruk.

Pertemuan lintas sektoral imunisasi massal Campak dan Rubella fase kedua ini dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, perwakilan organisasi profesi, organisasi masyarakat, korporasi, Lembaga Swadaya Masyarakat, sekolah tinggi dan perguruan tinggi, TP PKK, dan perwakilan media. (ANT / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)