Kinerja Perbankan di Sektor Korporasi Papua Relatif Stabil

0
39
Kinerja Perbankan di Sektor Korporasi Papua Relatif Stabil. (Tania /HPP)
Kinerja Perbankan di Sektor Korporasi Papua Relatif Stabil. (Tania /HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  –  Deputi Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua,  Fauzan mengungkapkan, pada triwulan I 2018, kinerja perbankan di sektor korporasi Papua terhitung relatif stabil.

DPK korporasi secara signifikan tumbuh sebesar 15,66%, lebih tinggi di bandingkan triwulan IV 2017 sebesar 1,6%.

“Sedangkan untuk kredit mengalami penurunan sebesar -3,65 % di triwulan I 2018. Memang  sempat tumbuh positif di triwulan sebelumnya sebesar 2,32%,” jelasnya kepada wartawan di Abepura Selasa (5/6).

Menurut Fauzan, penurunan kredit terkonfirmasi dari dari masih rendahnya kinerja sektor konstruksi dan penurunan investasi beberapa perusahaan di Papua. Penurunan kredit turut disertai dengan penurunan NPL yang menandakan meningkatnya kwalitas kredit yang diberikan kepada korporasi dikarenakan adanya pelunasan atau penyelesaian kredit bermasalah.

Sejauh ini tercatat NPL korporasi sebesar 5,72%.Tingkat NPL tersebut merupakan yang terendah semenjak tahun 2014 yang selalu berada diatas 10%.

Sementara itu, dari sisi sistem pembayaran, perkembangan transaksi non tunai di Papua cenderung mengalami penurunan di bandingkan triwulan IV 2017.

“Perkembangan transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia di triwulan I ini turun baik secara volume maupun nominal,” katanya.

Tercatat SKNBI mencapai Rp2,78 triliun dan volume 80,218 lembar warkat. Dilihat dari pertumbuhannya, volume transaksi SKNBI mengalami peningkatan 0,34% sedangkan nilai transaksi mengalami penurunan sebesar 9,38%.

lanjut Fauzan, transaksi yang di lakukan melalui sistem BI-Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) di Provinsi Papua pada triwulan I 2018 mengalami peningkatan di bandingkan triwulan sebelumnya.

 

“Jumlah transaksi melalui sistem BI-RTGS ini selama triwulan I 2018 sebesar Rp2,83 triliun, naik 88,22% yang lebih tinggi dari triwulan yang sama pada tahun sebelumnya,” paparnya.

Dilihat secara jumlah, kata Fauzan, terjadi penurunan di bandingkan dengan transaksi triwulan IV 2017 yang sebesar Rp2,83 triliun.

Penurunan tersebut sejalan dengan perlambatan konsumsi rumah tangga dan konsumsi Pemerintah pada triwulan I 2018 sebanyak 2.471 transaksi, meningkat 56,98% lebih tinggi dari triwulan yang sama pada tahun sebelumnya. (Nia/nn / Koran Harian Pagi Papua)