Jelang Idul Fitri, Wali Kota BTM Ajak Warga Belanja Produk Lokal

0
404
Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., menyampaikan pentingnya toleransi di Kota Jayapura. (Fransisca)

JAYAPURA (LINTAS  PAPUA) – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Papua mengadakan Pasar Murah Non Tunai Pengendalian Inflasi menjelang lebaran, sejak 6-8 Juni 2018 mulai pukul 09.00-16.00 WIT, dipusatkan  di Taman Yos Sudarso Kota Jayapura.

Wali Kota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano, MM mengajak masyarakat Kota Jayapura agar membeli produk lokal yang tidak kalah kualitasnya dari luar daerah, seperti daging lokal dan telur ayam Mahkota hasil produksi Kota Jayapura.

Meski harganya beda tipis, Mano mengatakan bahwa telur Mahkota masih segar dan baij untuk dikonsumsi. Sedangkan pasokan telur dari Surabaya harus tinggal beberapa waktu didalam kontainer menuju Kota Jayapura.

Berdasarnya survey yang dilakukannya, Mano mengungkapkan hrga bawang merah produksi luar Kota Jayapura dipasar modern mencapai Rp.55.000 per kilo, dan harga telur ayam Surabaya mencapai Rp.65.000 per rak.

“Saya harap masyarakat bisa membeli produk telur mahkota produksi Kota Jayapura, yang juga telah disuplai kedelapan daerah lain di Papua, termasuk produksi daging lokal,” imbaunya.

Karena dari hasil survey Pemkot bersama BI Papua dan BPOM Kota Jayapura baru-baru ini, Mano melaporkan kepada Pjs. Gubernur yang diwakili oleh Staf Ahli Ani Rumbiak, bahwa harga dan kualitas bawang merah dari Kota Surabaya cukup tinggi dibandingkan dengan yang diproduksi di Arso masih sangat rendah.

“Untuk itu, kami berharap agar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Provinsi Papua dapat bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Jayapura untuk meningkatkan kualitas bawang merah dan jenis komoditi lainnya,” harapnya.

Menurutnya, tugas pemerintah pusat, provinsi dan daerah ialah menjaga kestabilan harga, serta ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) bagi masyarakat, khususnya bagi yang menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan saat ini.

Disamping itu, Mano melaporkan bahwa Tim Inflasi Peemeriksaan telah melakukan pengawasan dilapangan, termasuk pengawasan terhadap harga barang disemua pusat perbelanjaan.

“Kepada semua distributor di Kota Jayapura, saya sampaikan tidak boleh ada penimbunan sembako dan tidak boleh menaikan harga barang pada bulan ramadhan dan Idul Fitri. Jika kedapatan akan ditindaktegas,” pesan Mano kepada lara distributor yang ada di Kota Jayapura.

Untuk itu, pria asli Port Numbay itu menyampaikan sembako tersedia samlai tiga bulan kedepan hingga selesai lebaran, untuk itu warga Kota Jayapura diharapkannya jangan cemas soal ketersediaan pangan di Kota Jayapura.

Selain pasar murah yang dilakukan, pihak BI Papua juga menyediakan pelayanan penukaran uang kecil, yaitu uang tunai pecahan Rp.20.000 hingga Rp.5.000. (Elsye Sanyi / Koran Harian Pagi Papua)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here