Warga Desak Freeport Keruk Muara Sungai Aijkwa

0
533
Pelabuhan Poumako Timika (www.kompasiana.com)
Pelabuhan Poumako Timika. Juga memiliki aliran dari Kali Sungai  Aijkwa. (www.kompasiana.com)

TIMIKA (LINTAS PAPUA)  –  Warga empat distrik di wilayah timur Kabupaten Mimika, Provinsi Papua, mendesak manajemen PT Freeport Indonesia untuk segera mengeruk muara sungai Aijkwa.

Kepala Distrik Agimuga Yulius Katagame di Timika, Selasa mengatakan desakan warga kepada Freeport tersebut lantaran jalur transportasi sungai yang biasa dilalui untuk mengakses kota Timika telah terjadi pendangkalan khususnya di area muara sungai Aijkwa akibat sedimentasi pasir tambang yang dialirkan melalui sungai tersebut.

“Kami warga empat distrik yakni Manasari, Jita, Agimuga dan Alama menggunakan jalur tersebut dan sangat menderita karena perahu sering kandas di muara Aijkwa,” kata Yulius selaku bagian dari masyarakat empat distrik tersebut.

Ia mengatakan jalur transportasi sungai menjadi alternatif utama warga empat distrik tersebut untuk menjangkau kota atau sebaliknya.

Sayangnya warga bisa bermalam selama beberapa hari bahkan bisa sampai satu pekan di muara Aijkwa jika perahu mereka kandas di pasir tambang yang luasnya bisa mencapai 6-9 kilometer.

Menurut Yulius, warga terpaksa memilih menyusuri muara tersebut karena faktor keamanan.

Mereka bisa saja memutar muara dengan keluar lebih jauh dari bibir pantai namun gelombang tinggi juga menjadi ancaman keselamatan mereka.

Untuk itu, kata Yulianus, warga empat distrik mendesak agar pengerukan muara segera dilakukan Freeport secara rutin sebab proses sedimentasi di muara Aijkwa terjadi dalam waktu yang cepat.

Yulianus mengakui pendangkalan akibat sedimentasi telah menghambat pertumbuhan ekonomi di empat distrik tersebut.

“Masyarakat itu kan rata-rata profesinya nelayan. Mereka tidak bisa jual hasil tangkap ke kota sebab jika perahu mereka kandas ya otomatis hasil tangkapan mereka busuk,” ujarnya.

Ia juga mengharapkan agar pemerintah menanggapi serius persoalan ini dengan membantu mendesak Freeport agar segera mengeruk muara Aijkwa sehingga masyarakat mudah melalui jalur tersebut. (ANT /  KORAN HARIAN PAGI PAPUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here