Gubernur Soedarmo Dukung Distributor Kopi di Bumi Cenderawasih

0
154
Salah satu kopi buatan asli Papua. Kopi Toli yang diproduksi masyarakat Kabupaten Tolikara tersebut, kini cukup diminati warga dan akan dipromosikan Pemprov Papua kepada provinsi-provinsi di Indonesia bagian timur. (Erwin / HPP)
Salah satu kopi buatan asli Papua. Kopi Toli yang diproduksi masyarakat Kabupaten Tolikara tersebut, kini cukup diminati warga dan akan dipromosikan Pemprov Papua kepada provinsi-provinsi di Indonesia bagian timur. (Erwin / HPP)

JAYAPURA (LINTAS PAPUA)  – Penjabat Gubernur Papua,  Soedarmo menilai, kopi buatan masyarakat bumi Cenderawasih memiliki cita rasa dan kualitas yang baik serta tak kalah dengan produk impor dari luar negeri.

Oleh karenanya, dia bertekad untuk mendorong Provinsi Papua sebagai daerah distributor bagi wilayah Indonesia bagian timur. “Tidak usah kita pikir ekspor (keluar negeri) dulu. Cukup wilayah timur Indonesia yang kita fokuskan”.

Penjabat Gubernur Papua, Soedarmo., dalam sebuah kegiatam. (Erwin /HPP)

“Tentunya dengan memulai dari yang terdekat, yakni Provinsi Papua Barat. Nah, provinsi ini kan tidak punya kopi, nah bagaimana agar kita berpikir untuk menjual kesana dulu. Lalu jika sudah mendapat pasar untuk Papua Barat, baru kita lanjutkan ke Maluku dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” ujar Penjabat  Gubernur Papua,  Soedarmo,  di Jayapura, kemarin.

Dia katakan, semestinya produk kopi buatan Papua dijadikan sebagai peluang bagi pemerintah daerah untuk bisa ekspansi (melebarkan usaha). Sebab bila terwujud, maka hasilnya akan mampu meningkatkan derajat kehidupan masyarakat, lebih khusus petai kopi, serta memberikan pemasukan bagi daerah.

Kopi PAPUA BALIEM adalah kopi arabica single origin dari Desa Baliem Valley (Tolikara, Puncak Jaya, Lanny Jaya, Mamberamo Tengah, Yahokimo, Yalimo). Umumnya kopi arabica ditanam di ketinggian 1400-1600ASL. Kopi PAPUA BALIEM sangat special karena ditanam di ketinggian 1600-1800 ASL, setinggi kopi Jamaica Blue Mountain (kopi ke-2 termahal di dunia).
Keunggulan ini menghasilkan keunggulan tersendiri untuk KOPI PAPUA BALIEM ini: complex flavor, rich body, mouthfull, dominan floral dan earthy. Ketika diminum, aftertastenya lama, dan kalo diperhatikan lebih seksama, anda bisa merasakan nikmatnya aroma vanilla saat finishing. (Foto Rosa Elizabeth Sihaloho Facebook)

Pada kesempatan itu, Soedarmo menyatakan bakal menjajaki upaya kerja sama dengan pemilik pabrik kopi di Kabupaten Biak Numfor. Pihaknya ingin, membuka kerja sama dengan pemilik pabrik tersebut, yang nantinya dalam jangka panjang diharapkan dapat menampung hasil-hasil kopi dari seluruh daerah di Papua.

Sagu Kacang  menjadi sajian yang asyik saat bersantai dan berdiskusi, sambil nikmati Kopi Papua. (Eveerth Joumilena / HPP)

Selanjutnya, pemerintah provinsi bakal mencarikan pasar untuk menjual kopi-kopi tersebut. “Tapi kami dari pemerintah provinsi tak hanya sampai disitu (dengan mencarikan pasar). Kita juga akan mendorong pembangunan transportasi maupun infrastruktur menuju ke kebun kopi yang lokasinya sulit”.

Kopi Papua ini merupakan kopi organik dengan kualitas terbaik. Karena tanah Papua yang masih sangat subur kopi yang dihasilkan sangat baik. Aroma kopinya harum, halus dan memiliki after taste yang sangat manis. Beberapa pegiat kopi menyamakan kopi ini dengan biji kopi Jamaica Blue Mountain. Jamaica Blue Mountain Coffee adalah kopi Arabika yang ditanam di daerah Blue Mountain di Jamaica dan merupakan kopi premium. Itulah sebabnya KSU Baliem Arabica menamakan produk Kopi Arabica dari Tanah Papua dengan julukan “Baliem Blue Coffee” (disingkat BBCoffee). (Foto Gumsberry say Chocolate Facebook)

“Makanya kita juga minta perhatian pemda setempat untuk memudahkan akses terhadap peningkatan hasil produksi kopi,” ucapnya.

Gubernur berharap,  Pemerintah Daerah di Papua tak lagi memprogramkan hal yang muluk-muluk untuk mengembangkan potensi yang ada diwilayahnya. Tetapi melakukan pemetaan sesuai keunggulan daerah, selanjutnya dikembangkan sesuai potensi tersebut. (Erwin / Koran Harian Pagi Papua)