Mantan pemain Persipura, Jack Komboy saat memberikan materi kepada anak-anak di Tembagapura. (Geis / HPP)

TEMBAGAPURA (LINTAS  PAPUA)  –  Tim All Star Persipura Jayapura berkesempatan mengunjungi Gresberg yang berlangsung Sabtu, (02/06/2018) kemarin. Bukan hanya Gresberg yang dikunjungi namun ada beberapa tempat yang di kunjungi oleh mantan-mantan pemain Persipura.

Merupakan pengalaman pertama bagi beberapa mantan pemain Persipura yakni Jack Komboy, Daud Arim dan Fison Merauje serta mantan pemain Persipura lainnya yang mengaku ini adalah kesempatan pertama dalam hidup mereka menginjakan kakinya di ketinggian  4285 Meter di atas permukaan laut Gunung Cartenz Temagapura.

Bekerjasama dengan All Star PT. Freeport Indonesia dan All Star Persipura Jayapura ini, kunjungan kali ini menjadi hiburan tersendiri bagi legenda sepakbola tanah Papua ini untuk berkunjung ke PT. Freeport Indonesia.

Mantan pemain Persipura ketika sampai di Gresberg mendapatkan beberapa arahan dan juga penjelasan mengenai tambang tersebut. Mewakili Manajemen PT. Freeport Indonesia Gresberg Mine Yohan Sunyoto mengaku sangat senang mendapatkan kunjungan terhormat dari mantan-mantan pemain Persipura ke Gresberg mine.

Kita semua berada di wisata tambang greseberg bunake, ini lumayan tinggi dan dingin. Kami di Greseberg sini hanya mempunyai dua musim hujan dan hujan deras. “Ini merupakan doa dari semua Bapa-Bapa hari ini dapat cuaca yang sangat cerah dan ini jarang terjadi. Banyak teman-teman yang datang kemari mengunjungi Gresberg  tidak dapat pandangan seperti yang Bapa-Bapa lihat hari ini,” ujarnya.

Bahkan Salju ditimur selatan bisa dilihat secara langsung, itu suatu berkat semoga ini juga menjadi tanda bahwa Persipura bisa diberkati menjadi Juara di Kompetisi Gojek Liga 1 musim 2018 ini. “Tim All Star atua Legend banyak history jaman dulu ceritanya, semoga ini bisa menginspirasi pemain-pemain muda, dan kita sangat bangga bisa ikut terlibat secara langsung dengan keterlibatan Persipura dikanca Persepakbolaan Nasional dan Internasional yakni piala Champions Asia,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan sedikit tentang tambang digresberg kepada semua mantan-mantan pemain Persipura. Gresberg adalah salah satu dari metode pertambangan yang dilakukan oleh PT. Freeport yaitu tambang terbuka dan permukaan diatas tanah. Kita punya dua tipe penambangan, bawah tanah dan permukaan.  PT. Freeport Indonesia mempunyai visi dan misi yang kita adopsi ke dalam misi gresberg yaitu pertama ingin menjadi pertambangan kelas dunia yang menciptakan nilai-nilai bagus dan mempunyai kebanggaan bagi masyarakat, karyawan dan bangsa, persis sama dengan visi-misi Persipura. “Saya yakin visi-misi Persipura menjadi kebanggaan masyarakat Papua dan semoga kedepan semakin jaya,” tuturnya.

Awal mulanya penemuan Freeport tambang, mulanya bergerak dari gunung Ersberg dan ditemukan tahun 1967. Awal mulanya penemuan gunung salju ini dilakukan oleh ekpedisi kapten Cartenz pada waktu itu tahun 1623. Mereka ekpedisi ekonomi dengan menjalani lautan luas, mereka melihat dia berkicau bahwa dia melihat ada cahaya mengkilat diujung ketinggian dan teman-teman dari kapten Cartenz itu menertawakan bahwa kapten Cartenz itu mengigau.

Akhirnya tiga ratus tahun setelahnya catatan kapten Laurens itu ditemukan oleh ekpedisi oleh Belanda pada waktu itu mereka akan mengunjungi apakah benar adanya salju di Papua tahun 1904. Tapi tidak menmukan bukti adanya salju disini, sehingga tahun 1930 kapten laurenz yang akhirnya nanti menjadi taman wisata nasional laurenz itu akhirnya melakukan ekpedisi bersama dengan  Dozi datang menemukan namanya cadangan yang disebutkan dengan Esberg, sebenarnya tujuan dia ingin membuktikan bahwa apakah ada salju ditropis karena salju dia pasti ada di sisi luar antara kutub selatan dan utara ini dikatulistiwa koq ada salju dan  terbukti tahun 1930 ditemukan adanya salju.

Diteruskan lagi ekpedisinya tahun 1967 sama Dozi dan menemukan cadangan tembaga terbesar yang muncul dipermukaan pada waktu itu diperkirakan sekitar 33 juta ton tembaga orier yang ditemukan disitu, selanjutnya negosiasi dilakukan dengan Pemerintah Indonesia tahun 1967 akhirnya menjadi kontrak karya kita yang pertama dengan 30 tahun pertama pada waktu itu.

Sementara itu Jack Komboy mengaku ini adalah pengalaman pertama bisa naik hingga ke gunung Kartenz dan melihat langsung salju diatas gunung dengan cuaca yang sangat cerah dan menjadi cerita tersendiri. “Ya puji Tuhan ini adalah pengalaman pertama saya bisa naik ke tempat ini, dan melihat secara langsung tambang yang ada disini,” ungkapnya.

Dirinya tak sendiri Fison Merauje dan Daud Arim serta beberapa mantan pemain juga mengaku  ini adalah pengalaman yang sangat  menarik dan merupakan yang pertama bagi mereka, bisa naik ke salah satu puncak gunung tertinggi di dunia dengan ketinggian 4285 meter diatas permukaan laut tersebut. (GEIS MUGURI / KORAN HARIAN PAGI PAPUA)